Pertahankan Status Bebas Campak, Ribuan Nakes di Kota Malang Diusulkan Mendapat Vaksin MR Dewasa

Pertahankan Status Bebas Campak, Ribuan Nakes di Kota Malang Diusulkan Mendapat Vaksin MR Dewasa

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif. Foto : Pemerintah Kota Malang--

AMEG.ID, Kota Malang - Upaya mempertahankan status bebas campak di Kota Malang terus diperkuat. Salah satunya melalui rencana pemberian vaksin Measles Rubella (MR) bagi sekitar 11 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kota Malang.

Program tersebut menjadi tindak lanjut atas diterbitkannya izin perluasan indikasi vaksin MR untuk orang dewasa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tenaga medis dan tenaga kesehatan dipilih sebagai kelompok prioritas karena memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan pihaknya telah menghimpun data calon penerima vaksin dari seluruh fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta. Data tersebut telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan alokasi vaksin.

“Semua data sudah masuk, mulai dari RSUD, 16 puskesmas, Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, hingga 28 rumah sakit yang ada di Kota Malang,” jelas Husnul melansir malangkota.go.id.

Menurutnya, sekitar 11 ribu orang tersebut merupakan akumulasi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berpotensi menjadi sasaran vaksinasi tahap awal. Prioritas pertama akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menargetkan sekitar 290 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia sebagai kelompok prioritas penerima vaksin MR dewasa.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Malang masih menunggu distribusi vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Setelah vaksin diterima, distribusi akan dilakukan ke masing-masing fasilitas kesehatan untuk selanjutnya dilaksanakan vaksinasi secara mandiri.

“Kami sudah mengajukan, dan saat ini tinggal menunggu dropping vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Setelah tersedia, vaksin akan kami distribusikan ke fasilitas kesehatan yang selanjutnya akan melaksanakan vaksinasi kepada tenaga kesehatan yang telah terdata,” bebernya.

Husnul memperkirakan pelaksanaan vaksinasi dapat segera dilakukan setelah pasokan vaksin diterima. Pemberian vaksin MR dewasa nantinya dilakukan dalam dua dosis sebagaimana skema vaksinasi pada anak.

“Nantinya diberikan dalam dua dosis. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular, sehingga vaksinasi MR dewasa ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan campak dan rubella di Kota Malang,” tambahnya.

Imunisasi MR sendiri memberikan perlindungan terhadap dua penyakit menular sekaligus, yakni campak (measles) dan rubella atau campak Jerman. Vaksinasi ini penting untuk mencegah berbagai komplikasi serius, mulai dari pneumonia, radang otak, hingga risiko cacat bawaan pada bayi akibat infeksi rubella saat kehamilan.

Penguatan perlindungan bagi tenaga kesehatan tersebut dilakukan di tengah capaian positif Kota Malang yang hingga awal Mei 2026 tidak mencatat adanya kasus positif campak di lima kecamatan. Dinas Kesehatan juga telah menggelar berbagai program imunisasi massal dan imunisasi kejar secara intensif selama Februari hingga April 2026 guna menjaga kondisi tersebut.

Melalui vaksinasi MR dewasa bagi tenaga kesehatan, Pemkot Malang berharap sistem perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella semakin kuat sehingga status bebas campak dapat terus dipertahankan.

Sumber: