Kemarau Belum Memuncak, Klaten Sudah Dihantam Dua Ancaman Sekaligus
Ilustrasi Karhutla. Foto: Istimewa--
AMEG.ID, Klaten - Musim kemarau tahun 2026 belum memasuki puncaknya. Namun tanda-tanda dampak serius sudah mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dalam satu hari, wilayah ini menghadapi dua persoalan sekaligus yakni kebakaran lahan dan menurunnya ketersediaan air bersih yang memaksa pemerintah turun tangan melakukan langkah darurat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai kondisi itu menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi periode puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September mendatang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan insiden kebakaran lahan terjadi di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Sabtu (20/6) sore. Kebakaran itu menghanguskan area seluas sekitar tiga hektare sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.
"Untuk peristiwa pertama, kebakaran melanda lahan seluas tiga hektare di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan pada Sabtu (20/6) sore sekitar pukul 15.45 WIB, yang beruntung berhasil dipadamkan oleh tim gabungan," kata dia mengutip Antara.
Berdasarkan hasil asesmen cepat yang dilakukan petugas di lokasi, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di sekitar area lahan.
Kondisi cuaca yang panas serta hembusan angin kencang menyebabkan api dengan cepat merambat ke rerumputan kering dan memperluas area yang terbakar.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti membakar sampah dapat berubah menjadi bencana ketika dilakukan saat musim kemarau.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran terbuka terutama di lokasi yang banyak ditumbuhi rumput kering maupun ranting yang mudah terbakar.
Di hari yang sama, pemerintah daerah juga dihadapkan pada persoalan lain yang tidak kalah serius. Menurunnya debit sejumlah sumber air membuat sebagian warga di Kecamatan Kemalang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kabupaten Klaten mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 60.000 liter atau setara 12 truk tangki ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan mengakses air bersih akibat berkurangnya sumber pasokan.
Penyaluran air dilakukan setelah petugas menerima laporan mengenai menurunnya debit mata air dan sumber air yang selama ini menjadi andalan warga untuk kebutuhan rumah tangga mulai dari memasak, mandi hingga mencuci.
Fenomena kekeringan yang mulai muncul sebelum puncak kemarau menunjukkan bahwa sejumlah wilayah memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan cuaca ekstrem. Kondisi ini diperkirakan dapat meluas apabila curah hujan terus menurun dalam beberapa pekan ke depan.
Sumber: