Warga Jawa-Bali Dihebohkan Isu Mati Listrik 72 Jam, PLN Pastikan Hoaks

Warga Jawa-Bali Dihebohkan Isu Mati Listrik 72 Jam, PLN Pastikan Hoaks

Ilustrasi Pemadaman Listrik. Foto : AI/Chatgpt--

AMEG.ID, Surabaya - Informasi mengenai rencana pemadaman listrik total selama tiga hari di wilayah Jawa dan Bali sempat membuat masyarakat resah.

Sebuah flyer digital yang beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan menyebut adanya pemeliharaan jaringan terencana yang menyebabkan listrik padam sejak 22 Juni 2026.

Namun kabar tersebut dipastikan tidak benar. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menegaskan bahwa informasi dalam flyer tersebut bukan berasal dari pihak resmi perusahaan dan tidak dapat dijadikan acuan oleh masyarakat.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspitasari mengatakan masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima informasi terkait layanan kelistrikan, terutama yang beredar tanpa sumber resmi.

"Flyer ini bukan produk PLN sehingga informasi di dalamnya tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Dana, Minggu (21/6/2026) pagi mengutip Suara Surabaya.

Dalam informasi palsu yang beredar, disebutkan seluruh pelanggan di Pulau Jawa dan Bali akan mengalami pemadaman listrik selama tiga hari berturut-turut akibat proses pemeliharaan jaringan.

Klaim tersebut kemudian menyebar melalui berbagai platform digital hingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

PLN memastikan setiap kebijakan terkait gangguan, pemeliharaan jaringan, maupun manajemen beban listrik selalu disampaikan melalui jalur komunikasi resmi perusahaan. Informasi itu juga akan diberikan secara langsung kepada pelanggan yang wilayahnya memang terdampak.

Dana menjelaskan masyarakat tidak perlu melakukan tindakan berdasarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia mengimbau pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan melalui kanal resmi PLN sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi terkait kondisi kelistrikan.

“Terkait pengumuman manajemen beban kami sampaikan melalui pesan yang dikirim ke pelanggan yang akan terdampak. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Dana.

Ia menambahkan PLN saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan termasuk mempercepat proses pemulihan pembangkit dan jaringan apabila terjadi gangguan di sejumlah titik.

Menurut PLN, informasi mengenai pemadaman tidak dapat dibuat secara umum tanpa memperhatikan kondisi sistem, lokasi jaringan, serta kebutuhan operasional di lapangan.

Karena itu, setiap pemberitahuan resmi akan disesuaikan dengan wilayah pelanggan yang benar-benar terdampak.

Fenomena beredarnya informasi palsu terkait layanan publik seperti listrik menjadi perhatian karena dapat menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman masyarakat. Terlebih listrik merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga, usaha, hingga pelayanan publik.

Sumber: