Trans Jatim Koridor 2 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Malang Selatan

Trans Jatim Koridor 2 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Malang Selatan

Bus Trans Jatim Koridor Malang Raya. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas jaringan transportasi publik melalui pengembangan layanan Trans Jatim di kawasan Malang Raya.

Kehadiran Koridor 2 tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat tapi juga diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah Malang Selatan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan perikanan.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim mengatakan operasional Trans Jatim Koridor 2 dijadwalkan mulai diluncurkan pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Menjelang peluncuran tersebut, berbagai persiapan teknis maupun pendukung layanan terus dimatangkan agar operasional angkutan massal dapat berjalan sesuai rencana.

“Trans Jatim Malang Raya koridor 2 meliputi wilayah Malang Selatan, insyaAllah akan dilaunchig bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim pada 12 Oktober mendatang. Persiapannya terus dimatangkan,” ujarnya.

Koridor baru ini dirancang melayani rute yang menghubungkan kawasan Kabupaten Malang bagian selatan menuju Kota Malang. Jalur tersebut dinilai strategis karena melewati sejumlah destinasi wisata, pelabuhan perikanan, hingga tempat pelelangan ikan yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Menurut Abdul Halim, tersedianya transportasi publik yang terintegrasi diharapkan mampu memperlancar arus pergerakan masyarakat maupun distribusi aktivitas ekonomi. Akses yang semakin mudah diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisata serta aktivitas perdagangan di wilayah yang dilintasi.

“Khusus untuk mendukung operasional Trans Jatim Malang Raya koridor 2 ini dialokasikan melalui P-APBD Jatim 2026 sebesar Rp.10 miliar karena hanya untuk 3 bulan (Oktober, November, Desember, red),” jelasnya mengutip Sabda News.

Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung operasional selama tiga bulan pertama pada 2026 setelah layanan resmi beroperasi. Selanjutnya, kebutuhan pembiayaan akan disesuaikan dengan perencanaan anggaran pada tahun berikutnya.

Pengembangan layanan di Malang Raya sendiri dilakukan secara bertahap. Koridor 1 yang menghubungkan Kota Malang dengan Kota Batu telah lebih dahulu beroperasi sejak November 2025 dan menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi massal di kawasan metropolitan Malang Raya.

Sementara itu, Koridor 2 menjadi tahap lanjutan dalam memperluas jangkauan layanan. Setelah koridor tersebut beroperasi, pemerintah juga telah menyiapkan rencana pengembangan Koridor 3 yang diproyeksikan mulai berjalan pada tahun depan.

“Untuk koridor 3 Malang Raya kemungkinan beroperasi tahun depan bersamaan dengan Trans Jatim wilayah Pasuruan,” bebernya.

Pengembangan Trans Jatim tidak berhenti di kawasan Malang Raya. Pemprov Jatim juga menargetkan layanan transportasi publik ini dapat hadir di lima wilayah Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) di Jawa Timur.

Rencana tersebut disusun berdasarkan hasil studi kelayakan yang telah dilakukan bersama perguruan tinggi, meski pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Di sisi regulasi, DPRD Jawa Timur juga mulai menyiapkan landasan hukum untuk mendukung pengembangan sistem transportasi massal yang saling terhubung antarwilayah. Regulasi itu diharapkan mampu memberikan kepastian arah pengembangan transportasi publik sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di masa mendatang.

Sumber:

Berita Terkait