Tol Prosiwangi Diproyeksikan Pangkas Perjalanan Probolinggo–Banyuwangi Jadi 3 Jam
Proyek Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi). Foto: Kompas--
AMEG.ID, Situbondo - Proyek Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan di kawasan tapal kuda Jawa Timur secara signifikan.
Jika seluruh ruas telah beroperasi, perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi diperkirakan hanya memerlukan waktu sekitar tiga jam jauh lebih cepat dibandingkan kondisi saat ini yang mencapai sekitar lima jam.
Percepatan pembangunan proyek strategis nasional tersebut menjadi perhatian pemerintah. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Jalan Tol Prosiwangi di Kabupaten Situbondo untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target.
Dalam peninjauan itu, Gibran menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek tapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui peningkatan konektivitas dan aktivitas ekonomi.
“Pemerintah terus mendorong penyelesaian berbagai proyek strategis nasional agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Gibran melansir Antara.
Ia menambahkan keberadaan Tol Prosiwangi diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah di Jawa Timur, meningkatkan daya saing wilayah, sekaligus membuka peluang investasi baru dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Jalan Tol Prosiwangi merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang akan menghubungkan Jakarta hingga Banyuwangi sebagai pintu gerbang menuju Pulau Bali. Dalam tahap awal, setelah ruas Probolinggo–Situbondo Barat beroperasi, waktu perjalanan diperkirakan dapat ditempuh sekitar 1 jam 15 menit.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono memastikan proses pembangunan terus dipercepat dengan tetap mengedepankan standar kualitas konstruksi serta aspek keselamatan kerja.
“Jasa Marga terus mempercepat penyelesaian Jalan Tol Prosiwangi untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Kami memastikan setiap tahapan pembangunan mengutamakan kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi daerah,” kata Rivan.
Selain mempercepat mobilitas masyarakat, pemerintah menargetkan keberadaan Tol Prosiwangi mampu memperlancar distribusi logistik, meningkatkan efisiensi biaya transportasi, memperkuat daya saing kawasan timur Jawa Timur, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah Banyuwangi.
Sumber: