DPRD Jatim Pangkas Biaya Operasional, BBM Mobil Dinas Hemat hingga Rp20 Juta per Bulan
Kendaraan dinas yang terparkir di Balai Kota Surabaya. Foto: JPNN.COM--
AMEG.ID, Surabaya - Pelaksanaan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan DPRD Jawa Timur mulai menunjukkan dampak nyata terhadap efisiensi anggaran.
Setelah diterapkan sejak 1 April 2026, evaluasi internal mencatat penghematan tidak hanya pada konsumsi energi gedung tapi juga biaya operasional kendaraan dinas yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.
Hasil evaluasi itu menjadi dasar DPRD Jawa Timur untuk melanjutkan sekaligus memperkuat program efisiensi di lingkungan perkantoran.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah membentuk gugus tugas khusus yang bertugas mengawasi penggunaan berbagai fasilitas kantor agar penghematan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Jawa Timur, Ariful Buana mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan WFH dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat mengenai efisiensi energi di instansi pemerintahan.
“Terkait evaluasi WFH (atas) instruksi pemerintah pusat, khususnya tentang efisiensi energi, tentunya kami sudah melakukan banyak kegiatan. Antara lain menjadwal (operasional) lift, menjadwal pendingin ruangan dan lampu-lampu. Yang pertama, kami bisa mengefisiensi sebesar 15% untuk energinya,” ujar Ariful melansir Berita Satu.
Menurutnya, penghematan energi sebesar 15 persen diperoleh melalui pengaturan operasional berbagai fasilitas gedung. Jadwal penggunaan lift, pendingin ruangan, dan lampu disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas pegawai selama penerapan sistem kerja yang lebih fleksibel.
Tidak hanya listrik, konsumsi air di lingkungan kantor DPRD Jawa Timur juga mengalami penurunan. Selama kebijakan WFH berlangsung, penggunaan air berhasil ditekan hingga 10 persen.
Efisiensi tersebut didukung melalui koordinasi lintas bagian yang mengawasi penggunaan utilitas gedung agar lebih terkendali.
Di sisi lain, manfaat WFH juga dirasakan pada operasional kendaraan dinas. Berkurangnya mobilitas pegawai membuat penggunaan 15 unit mobil dinas menjadi lebih efisien. Dampaknya, konsumsi BBM turun hingga 25 persen dibandingkan sebelumnya.
Penurunan penggunaan BBM itu diperkirakan mampu menghemat anggaran sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta setiap bulan. Nilai itu menjadi salah satu komponen penghematan operasional yang dinilai cukup signifikan dalam mendukung kebijakan efisiensi belanja pemerintah.
Sumber: