Pelatih Legendaris Sepak Bola Indonesia, M Basri Meninggal Dunia

Pelatih Legendaris Sepak Bola Indonesia, M Basri Meninggal Dunia

Mantan pelatih Arema FC, (alm) M Basri. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Kota Malang - Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan kompetisi nasional.

Pelatih senior Muhammad Basri atau yang sering disebut M Basri meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 04.50 WIB di sebuah rumah sakit di Surabaya.

Kepergiannya meninggalkan jejak panjang sebagai pelatih yang melahirkan berbagai prestasi termasuk mempersembahkan gelar nasional pertama dalam sejarah Arema FC. Nama M Basri tidak hanya dikenang sebagai mantan pelatih tapi juga sebagai sosok yang meletakkan fondasi kesuksesan Singo Edan di kancah sepak bola Indonesia.

Saat dipercaya menangani Arema FC pada 1991 oleh pendiri klub Acub Zainal, ia berhasil membangun tim yang kompetitif hingga akhirnya menorehkan sejarah. Di bawah arahannya, Arema FC keluar sebagai juara Galatama musim 1992–1993.

Gelar tersebut menjadi trofi nasional pertama yang diraih klub Arema FC setelah mengakhiri kompetisi dengan koleksi 45 poin dari 32 pertandingan, hasil dari 18 kemenangan, sembilan kali imbang, dan lima kekalahan. Capaian itu kemudian menjadi tonggak penting dalam perjalanan Arema sebagai salah satu klub besar di Indonesia.

Kepergian M Basri turut mendapat perhatian dari keluarga besar Arema FC. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya pelatih yang dinilai telah memberikan warisan berharga bagi klub.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sekeluarga besar Arema FC sangat kehilangan atas berpulangnya M Basri. Beliau adalah pelatih dengan dedikasi tinggi yang telah menorehkan sejarah emas bagi Arema. Prestasi beliau membawa Arema menjadi juara Galatama 1993 adalah warisan yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Yusrinal mengutip City Guide FM.

Karier kepelatihan M Basri telah dipenuhi berbagai prestasi jauh sebelum bergabung dengan Arema. Pelatih kelahiran Makassar, 5 Oktober 1942 itu sukses mengantarkan Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Perserikatan 1977.

Setelah itu, ia membawa Niac Mitra mendominasi kompetisi Galatama dengan meraih gelar juara pada 1981, 1982, dan 1986.

Rekam jejak itu membuat M Basri dipercaya menangani Tim Nasional Indonesia senior pada dua periode berbeda, yakni 1983 dan 1989. Pengalaman di level nasional semakin melengkapi kiprahnya sebagai salah satu pelatih paling disegani pada masanya.

Sebelum dikenal sebagai pelatih, M Basri lebih dulu mengawali karier sebagai pesepak bola. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Asian Games 1962. Di level klub, ia menjadi bagian dari skuad PSM Makassar yang meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan musim 1964–1965 dan 1965–1966.

Usai menyelesaikan masa baktinya bersama Arema, M Basri masih aktif melatih sejumlah klub diantaranya Mitra Surabaya, PSM Makassar, Persita Tangerang, Persela Lamongan, hingga Persiba Bantul.

Selama berkarier, ia dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan disiplin, memiliki kemampuan membaca strategi lawan, serta piawai membangun mental pemain di dalam maupun luar lapangan.

Salah satu ciri khas M Basri adalah komitmennya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain daerah untuk berkembang di level profesional. Filosofi itu menjadi bagian dari warisan yang terus dikenang oleh banyak mantan anak asuh maupun klub yang pernah ia tangani.

Sumber: https://cityguide911fm.com/pelatih-legendaris-sepak-bola-indonesia-m-basri-tutup-usia/