Ratusan Anak Putus Sekolah di Jatim Kembali Dapat Harapan Lewat Program PJJ

Ratusan Anak Putus Sekolah di Jatim Kembali Dapat Harapan Lewat Program PJJ

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Surabaya - Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah calon peserta Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terbanyak di Indonesia.

Sebanyak 124 anak tidak sekolah (ATS) telah diusulkan mengikuti program yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai upaya membuka kembali akses pendidikan bagi mereka yang sempat terhenti.

Dari total usulan tersebut, 109 anak telah dinyatakan lolos proses verifikasi dan siap mengikuti kegiatan belajar. Sementara sisanya masih menjalani tahap pemeriksaan administrasi sebelum ditetapkan sebagai peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan tingginya jumlah peserta dari Jatim merupakan hasil penjaringan yang dilakukan secara aktif di berbagai daerah. Program PJJ sendiri disiapkan pemerintah untuk menjangkau remaja yang tidak lagi bersekolah agar tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan menengah.

“Sebagai ikhtiar pemerintah, tahun ini Kemendikdasmen meluncurkan program PJJ sebagai alternatif untuk memperluas akses pendidikan bagi anak tidak sekolah,” kata Aries mengutip Berita Jatim.

Menurutnya, pihaknya langsung menindaklanjuti peluncuran program tersebut dengan meminta seluruh cabang dinas melakukan pemetaan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap angka putus sekolah.

Pendataan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga maupun dengan membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti program secara mandiri.

Langkah itu dinilai efektif menjangkau calon peserta yang sebelumnya tidak terdata dalam sistem pendidikan formal. Hasilnya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah usulan peserta PJJ paling banyak dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Kami menyambut baik dengan melakukan penjaringan secara masif dari rumah ke rumah. Alhamdulillah, 124 calon murid yang kami usulkan merupakan yang terbanyak di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Secara nasional, jumlah peserta PJJ yang diusulkan pada tahun ini mencapai sekitar 700 anak. Dengan jumlah itu, kontribusi Jawa Timur menjadi yang paling dominan dalam pelaksanaan program perdana tersebut.

Sebelum dinyatakan sebagai peserta, setiap calon siswa harus melewati proses seleksi yang mencakup verifikasi usia, pemeriksaan dokumen pendidikan terakhir, hingga wawancara bersama orang tua.

Aries menyebut program ini diperuntukkan bagi anak berusia 16 hingga 18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan pada jenjang sebelumnya.

Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran, Disdik Jatim telah menunjuk enam sekolah sebagai penyelenggara. SMAN 1 Kepanjen berperan sebagai sekolah induk sedangkan lima sekolah lain menjadi mitra pelaksana yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Sistem belajar akan memadukan pembelajaran daring secara langsung dan belajar mandiri. Komposisi pembelajaran dirancang agar peserta tetap memperoleh pendampingan guru sekaligus memiliki fleksibilitas dalam mengatur waktu belajar.

Sumber: