Menkeu Pastikan APBN Biayai Sayembara Kota Terbersih
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Bola.com--
AMEG.ID, Jakarta – Pemerintah memastikan dukungan anggaran bagi rencana penyelenggaraan sayembara kota terbersih yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Meski mekanisme pelaksanaan dan kriteria penilaian masih dalam tahap penyusunan, pendanaan program dipastikan akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan akan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan Presiden. Dukungan pembiayaan disiapkan sebagai bagian dari pelaksanaan program nasional yang bertujuan mendorong peningkatan kebersihan lingkungan di berbagai daerah.
"APBN pasti akan mendukung kebijakan Pak Presiden," katanya mengutip CNN Indonesia.
Meski begitu, Purbaya mengungkap hingga saat ini pihaknya belum menerima rincian mengenai konsep pelaksanaan sayembara tersebut. Menurutnya, pembahasan teknis kemungkinan masih berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara sebelum nantinya disampaikan kepada Kementerian Keuangan.
Ia juga memperkirakan Kementerian Dalam Negeri akan memiliki peran penting dalam implementasi program karena pelaksanaannya melibatkan pemerintah daerah sebagai peserta utama.
"Untuk detailnya kami masih akan tunggu seperti apa sayembaranya. Detailnya seperti apa, saya belum dapat. Mestinya sudah sampai Mensesneg, nanti Mensesneg sampaikan ke saya," ujar Purbaya.
Rencana penyelenggaraan lomba kota terbersih pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Akad Massal 62 Ribu Unit KPR Bersubsidi pada Kamis (30/7).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengusulkan pemberian insentif dalam bentuk dana kepada daerah yang berhasil menciptakan lingkungan paling bersih.
Skema yang disampaikan Presiden mencakup penghargaan sebesar Rp20 miliar bagi lima kota terbaik. Sementara itu, lima kota berikutnya akan memperoleh insentif masing-masing Rp10 miliar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjaga kebersihan wilayahnya.
Presiden kemudian meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk merancang mekanisme penyelenggaraan sayembara tersebut, termasuk pola pemberian insentif kepada pemerintah daerah.
Berbeda dengan penghargaan yang selama ini lebih bersifat simbolis, pemerintah ingin hadiah berupa anggaran dapat langsung dimanfaatkan oleh daerah untuk memperkuat layanan kebersihan.
Dana yang diterima nantinya diharapkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti pengadaan armada pengangkut sampah, alat berat, maupun sarana pendukung lain yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap kompetisi antardaerah tidak hanya menghasilkan predikat kota terbersih tapi juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang kebersihan secara berkelanjutan.
Sumber: