Gagal di Piala AFF 2026, PSSI Dikejar Waktu Benahi Timnas Indonesia
Pertandingan antara Timnas Indonesia dengan Timnas Singapura pada Jumat (07/08). Foto: Tribun News--
AMEG.ID, Jakarta - Kegagalan melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 menempatkan Timnas Indonesia pada tenggat pembenahan yang singkat.
PSSI bukan hanya dituntut menemukan penyebab tersingkirnya skuad Garuda tapi juga harus mengubah hasil evaluasi menjadi langkah konkret sebelum FIFA ASEAN Cup bergulir pada September–Oktober 2026.
Indonesia menutup persaingan Grup A di posisi ketiga dengan tujuh poin dari empat pertandingan. Kepastian gagal lolos didapat setelah tim asuhan John Herdman bermain imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat (07/08).
Hasil tersebut membuat Singapura mengamankan posisi kedua dengan delapan poin sedangkan Vietnam menjadi juara grup. Skuad Garuda sebenarnya lebih dahulu membuka keunggulan melalui Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47.
Namun, peluang untuk merebut tiket semifinal kemudian buyar setelah Ilhan Fandi menyamakan kedudukan pada menit ke-66. Indonesia membutuhkan kemenangan dalam pertandingan penentuan itu, sehingga tambahan satu poin tidak mampu mengubah posisi mereka di klasemen akhir.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan federasi akan menelaah pencapaian tim sepanjang turnamen. Evaluasi itu disiapkan sebagai dasar untuk menentukan tindakan berikutnya sekaligus memperbaiki kesiapan Indonesia menghadapi agenda internasional yang sudah berada di depan mata.
"Kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil di ASEAN Championship 2026 agar Timnas Indonesia lebih siap untuk menghadapi sejumlah turnamen penting ke depan," tulis Erick Thohir mengutip CNN Indonesia.
PSSI belum memerinci aspek yang akan diperiksa maupun waktu pengumuman hasil evaluasi. Karena itu, perhatian kini tertuju pada bagaimana federasi menerjemahkan penilaian menyeluruh tersebut ke dalam keputusan teknis.
Performa dalam laga krusial, efektivitas strategi, pemilihan pemain, serta kemampuan mempertahankan keunggulan menjadi sejumlah bagian yang berpotensi masuk dalam pembahasan meski rincian resminya masih menunggu keterangan PSSI.
Turnamen ini merupakan kejuaraan regional pertama Indonesia di bawah arahan John Herdman. Sepanjang fase grup, Indonesia meraih kemenangan 5-1 atas Kamboja dan 3-0 atas Timor-Leste tapi kalah 0-2 dari Vietnam sebelum ditahan Singapura.
Rangkaian hasil itu menunjukkan bahwa produktivitas gol ketika menghadapi dua lawan pertama belum cukup untuk membawa tim melewati pertandingan dengan tekanan dan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Kegagalan pada edisi 2026 juga memperpanjang penantian Indonesia atas gelar pertama di kompetisi sepak bola antarnegara Asia Tenggara. Sejak turnamen digelar pada 1996, skuad Garuda belum pernah menjadi juara meskipun beberapa kali mampu mencapai partai final.
Waktu pembenahan tidak panjang. FIFA telah merencanakan edisi perdana FIFA ASEAN Cup pada periode September–Oktober 2026.
Agenda baru itu akan menjadi tolok ukur awal untuk melihat apakah evaluasi PSSI benar-benar menghasilkan perubahan pada permainan dan kesiapan tim atau berhenti sebagai respons setelah kegagalan.
Sumber: