Bukan Sekadar Antar Penumpang, Ojol Didorong Jadi Mitra Keselamatan di Jalan
Komunitas Ojek Online (Ojol) Nasional. Foto: Lentera Today--
AMEG.ID, Jakarta - Peran pengemudi ojek online (ojol) di jalan raya didorong berkembang lebih jauh dari sekadar memberikan layanan transportasi.
Tingginya mobilitas dan intensitas interaksi dengan masyarakat membuat para pengemudi dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra keselamatan lalu lintas sekaligus sumber informasi ketika menemukan kejadian di jalan.
Dorongan itu disampaikan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Wibowo dalam audiensi bersama Komunitas Ojol Nasional. Menurutnya, pengemudi ojol termasuk kelompok masyarakat yang menghabiskan banyak waktu di jalan sehingga memahami langsung berbagai kondisi lalu lintas yang terjadi setiap hari.
"Ojol ini selain sebagai pekerja transportasi, juga merupakan wajah pelayanan publik karena banyak bersentuhan dengan masyarakat. Sama dengan kami, fungsi lalu lintas merupakan fungsi kepolisian yang paling banyak terlihat dan paling terdepan," kata Wibowo
Dengan posisi itu, Korlantas berharap budaya keselamatan dapat dimulai dari lingkungan pengemudi ojol. Keselamatan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan pengemudi tapi juga penumpang, barang yang dibawa serta pengguna jalan lain yang berada di sekitarnya.
"Harapan kami ke depan, kawan-kawan ojol bisa menjadi yang pertama, mitra keselamatan lalu lintas, paling tidak bagi dirinya sendiri maupun bagi kawan-kawannya," ujarnya mengutip CNN Indonesia.
Kemitraan dengan pengemudi ojol juga diarahkan pada penyampaian informasi ketika menemukan peristiwa yang membutuhkan kehadiran kepolisian. Wibowo mengingatkan pengemudi dapat memanfaatkan hotline 110 maupun mendatangi pos polisi terdekat apabila menjumpai kejadian yang memerlukan penanganan.
"Saat ini Bapak Kapolri sudah membuka hotline 110 ya, silakan nanti kawan-kawan yang memang mau memberikan informasi apa pun itu, bisa disalurkan melalui hotline 110 atau bisa melalui pos polisi yang terdekat," ucap dia.
Gagasan itu kemudian mendapat respons dari Ketua Asosiasi Ojol Nusantara Dianton. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas memang menjadi salah satu perhatian yang sejak awal ingin dibangun di lingkungan organisasinya.
Pengemudi yang tergabung dalam asosiasi tersebut telah menjalankan sejumlah kegiatan yang berhubungan langsung dengan keselamatan di lapangan antara lain pelatihan safety riding hingga kemampuan memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat.
"Cita-cita kami sejak awal adalah menjadi duta pelopor keselamatan berlalu lintas. Teman-teman di lapangan juga sudah banyak melakukan kegiatan yang berdampak langsung, seperti safety riding dan pertolongan pertama," tutur dia.
Asosiasi Ojol Nusantara saat ini disebut telah menjangkau sekitar 22 hingga 24 provinsi dengan jumlah anggota terdaftar mencapai 2.477 orang di seluruh Indonesia. Jaringan itu dinilai dapat menjadi modal untuk memperluas edukasi keselamatan kepada sesama pengemudi maupun masyarakat.
Meski begitu, asosiasi tersebut masih menunggu arahan lebih lanjut dari Korlantas Polri sebelum dideklarasikan secara resmi. Setelah proses itu dilakukan, Dianton menyatakan organisasinya siap memperkuat kolaborasi dengan kepolisian, khususnya dalam isu keselamatan berlalu lintas.
"Ketika nanti Asosiasi Ojol Nusantara sudah dideklarasikan, kami siap menjadi garda paling depan untuk membantu pihak kepolisian, terutama Korlantas Polri," kata Dianton.
Sumber: