Kejar PON 2028, KONI Jatim Adopsi Sport Science Australia Barat

Kejar PON 2028, KONI Jatim Adopsi Sport Science Australia Barat

Ketua Umum KONI Jatim Dr. Muhammad Nabil menandatangani kerjasama dengan Australia Barat Bryce Green, WA Government Investment and Trade Commissioner to Indonesia perkuat peningkatan prestasi atlet. Foto: KONI Jatim--

AMEG.ID, Surabaya - KONI Jawa Timur mulai mengarahkan kerja sama dengan Australia Barat pada penguatan pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan olahraga atau sport science.

Kolaborasi itu diproyeksikan menjadi salah satu penopang persiapan atlet Jawa Timur menuju PON XXII 2028 sekaligus meningkatkan standar pembinaan untuk kompetisi nasional maupun internasional.

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan Australia Barat dipilih karena memiliki pengalaman dan sistem pengembangan olahraga yang dinilai dapat menjadi referensi bagi Jawa Timur.

“Kami memandang Australia, khususnya Australia Barat, sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, sistem, dan keahlian yang maju dalam pengembangan olahraga prestasi,” kata Muhammad Nabil.

Kerja sama itu tidak hanya diarahkan pada pertukaran atlet atau agenda kompetisi. KONI Jatim ingin membawa pengetahuan yang diperoleh ke dalam sistem pembinaan, mulai kualitas pelatih, penyusunan program latihan, evaluasi beban latihan hingga pencarian dan pengembangan atlet berbakat.

Penerapan sport science menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Pendekatan itu diharapkan membuat program latihan atlet dapat disusun dan dievaluasi secara lebih terukur sekaligus membantu pelatih menentukan kebutuhan setiap atlet berdasarkan kondisi dan target prestasinya.

Selain atlet dan pelatih, kerja sama juga menyasar peningkatan kapasitas tenaga pendukung olahraga. Transfer pengetahuan dan pengalaman dari Australia Barat diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia yang berada di belakang proses pembinaan atlet Jawa Timur.

“Bagi Jawa Timur, dukungan teknis dan transfer keahlian sangat penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi tingkat nasional dan internasional, khususnya PON XXII Tahun 2028,” ujar Muhammad Nabil melansir KONI Jatim.

Menurut Nabil, hasil pertandingan tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan individu atlet. Sistem latihan, kualitas kepelatihan, dukungan keilmuan dan proses evaluasi harus berjalan bersama apabila Jawa Timur ingin menjaga prestasi secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan olahraga tidak diraih secara kebetulan, tetapi dibangun melalui perencanaan yang matang, kepelatihan berkualitas tinggi, dukungan ilmiah, kedisiplinan, serta evaluasi yang berkelanjutan,” katanya.

Kolaborasi olahraga ini sekaligus memperpanjang hubungan Jawa Timur dan Australia Barat yang telah terikat dalam kerja sama sister state sejak 1991. Sementara hubungan KONI Jatim dengan Australia Barat dalam sektor olahraga disebut telah berjalan sejak 2019.

Cakupan kerja samanya cukup luas. Selain olahraga prestasi, kedua pihak membuka ruang kolaborasi dalam pendidikan olahraga, olahraga rekreasi, peningkatan partisipasi masyarakat hingga pengembangan industri olahraga.

Bryce Green menilai hubungan yang telah terbentuk selama puluhan tahun menjadi modal untuk membawa kolaborasi tersebut ke tahap berikutnya.

“Kerja sama ini memang layak dilakukan dan dilanjutkan karena Jawa Timur dan Australia Barat memiliki sejarah persahabatan yang panjang. Demikian juga, khususnya dengan KONI Jawa Timur, yang sejak 2019 sudah menjalin kerja sama,” ujar Bryce.

Sumber: