Karhutla Meluas di Pegunungan Jatim, Semeru Jadi Titik Terparah

Karhutla Meluas di Pegunungan Jatim, Semeru Jadi Titik Terparah

Petugas gabungan melakukan penyisiran untuk memadamkan kepulan asap di Gunung Butak, Jawa Timur. Foto: Pusdalops BPBD Malang--

AMEG.ID, Malang - Kebakaran hutan dan lahan yang muncul hampir bersamaan di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur mulai berdampak langsung pada akses wisata dan pendakian.

Sejumlah jalur terpaksa ditutup sementara tim gabungan menghadapi tantangan medan terjal hingga gangguan peralatan pemadaman udara.

BNPB mencatat titik api berada di kawasan Gunung Semeru, Gunung Wilis, Gunung Ungup-Ungup, Gunung Arjuno-Welirang serta Bukit Sariwani. Dari sejumlah lokasi itu, kebakaran di kawasan Gunung Semeru menjadi yang terluas dengan area terdampak mencapai sekitar 1.888,91 hektare.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan penanganan masih dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur di lapangan.

"Tim gabungan dari BPBD, TNBTS, Tahura, Perhutani, TNI/Polri, Manggala Agni, dan relawan terus melakukan penanganan darat pada titik api yang masih terjangkau," kata Berton mengutip RRI.

Kebakaran di Semeru telah berlangsung sejak 26 Agustus 2026. Area terdampak meliputi Ranukembang, Desa Ranupane, kawasan jalur pendakian Pos 1 hingga sisi barat Ranu Kumbolo.

Besarnya area terbakar membuat pemadaman sempat dibantu dari udara menggunakan helikopter PK-DAP milik Pemprov Jatim. Namun, operasi itu harus dihentikan sementara setelah helikopter mengalami kendala pada sistem kelistrikan dan kerusakan bucket yang digunakan untuk membawa air.

Situasi tersebut membuat penanganan kembali mengandalkan personel darat. Petugas melakukan pemadaman manual sekaligus membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api di tengah kondisi medan pegunungan yang sulit dijangkau.

Aktivitas pendakian Semeru sendiri telah dihentikan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak 26 Agustus 2026.

Tak hanya Gunung Semeru, di kawasan Gunung Ungup-Ungup, Banyuwangi kebakaran dilaporkan telah meluas hingga wilayah Bondowoso dengan perkiraan lahan terdampak sekitar 20 hektare.

Perkembangan tersebut turut berimbas pada Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Kawasan wisata itu ditutup sementara mulai Jumat (4/9) untuk mengantisipasi risiko terhadap wisatawan sekaligus memberi ruang bagi proses penanganan kebakaran.

Sementara di kawasan Gunung Wilis, titik kebakaran melanda vegetasi di wilayah Nganjuk dan Kediri dengan luasan sekitar 16 hektare.

Tim juga memantau kepulan asap di lereng Gunung Arjuno-Welirang serta Bukit Sariwani, Probolinggo. Penanganan di kedua kawasan menghadapi kendala berbeda karena titik yang terpantau berada di medan dengan kemiringan terjal sehingga tidak seluruh lokasi dapat dijangkau langsung oleh petugas.

Kondisi ini membuat strategi pemadaman harus disesuaikan dengan karakter masing-masing kawasan. Titik yang memungkinkan dijangkau tetap ditangani dari darat sementara area dengan medan sulit membutuhkan pemetaan lebih lanjut untuk menentukan metode yang aman bagi petugas.

Sumber: