Dapur Gizi RSSA Rusak Terbakar, Layanan Makanan Pasien Tetap Berjalan lewat Katering
Kondisi pasca kebakaran yang terjadi di Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026) petang. Foto: iNews--
AMEG.ID, Kota Malang - Kebakaran yang merusak dapur gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang tidak menghentikan pemenuhan makanan bagi pasien rawat inap.
Manajemen rumah sakit mengalihkan layanan tersebut melalui katering sambil melakukan perbaikan bangunan dan pemeriksaan ulang terhadap peralatan yang terdampak.
Diketahui, insiden ini terjadi pada Rabu (9/9) dan mengakibatkan kerusakan hingga bagian atap dapur. Sejumlah peralatan juga tertimpa reruntuhan genting sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk kegiatan pengolahan makanan.
Direktur RSSA Malang dr. Mochamad Bachtiar Budianto mengatakan layanan katering diperkirakan digunakan selama satu pekan. Skema sementara itu disiapkan agar kebutuhan gizi pasien tetap terpenuhi sesuai standar pelayanan rumah sakit.
Sementara itu, proses renovasi dapur diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua bulan. Pelaksanaannya akan menyesuaikan ketentuan yang berlaku terutama karena perbaikan dilakukan pada fasilitas yang berkaitan langsung dengan pelayanan pasien.
“Tentu nanti terdapat sistem yang tidak melanggar aturan dalam rangka percepatan, akan ada pembangunan atau renovasi agar layanan makanan untuk pasien dapat normal kembali,” kata Bachtiar.
Manajemen telah membatasi akses menuju lokasi kebakaran. Garis polisi juga dipasang untuk mengamankan area sehingga ruang terdampak tidak dapat dimasuki orang yang tidak berkepentingan.
Bachtiar menyebut pembatasan dilakukan untuk mendukung pemeriksaan kepolisian sekaligus menjaga keselamatan selama proses asesmen. Hingga kini, belum ada keterangan mengenai penyebab kebakaran tersebut.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSSA Malang Kurniawan Hary Putranto menjelaskan pemulihan tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki bagian bangunan yang rusak. Rumah sakit juga harus memastikan konstruksi dapur masih layak dan aman sebelum kembali digunakan.
“Saya rasa perbaikan yang memungkinkan sekitar dua bulan,” katanya mengutip Antara.
Selain atap dan struktur ruangan, kondisi setiap peralatan dapur akan diperiksa. Beberapa alat memerlukan rekondisi setelah terkena dampak kebakaran dan tertimpa material bangunan.
Pemeriksaan kelayakan menjadi tahapan penting karena peralatan itu digunakan untuk mengolah makanan pasien. Seluruh alat harus dipastikan memenuhi standar keamanan dan kebersihan sebelum kembali dioperasikan.
“Butuh waktu melakukan kredensialisasi dan sertifikasi ulang untuk kelayakan,” ucapnya.
Kebakaran juga berdampak pada ruang perawatan anak yang berada di dekat lokasi. Ketika kejadian berlangsung sejumlah pasien anak dievakuasi untuk menghindari paparan asap.
Sumber: