Belanja MBG Bakal Dirombak, BGN Bidik Serapan Susu Peternak Dalam Negeri
Kepala BGN Sudaryono saat menghadiri Rembug Paripurna KTNA di Kota Batu. Foto: City Guide FM / Asrur Rodzi--
AMEG.ID, Kota Batu - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyiapkan kebijakan yang diharapkan dapat memperbesar keterlibatan peternak susu dalam negeri melalui perubahan standar bahan baku susu yang digunakan dapur MBG.
Kebijakan itu akan mengubah ketentuan kandungan susu segar dalam produk susu yang disalurkan melalui program MBG. BGN berencana menetapkan batas minimal kandungan susu segar sebesar 80 persen jauh di atas ketentuan sebelumnya yang berada di angka 20 persen.
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan rencana itu saat menghadiri Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 di Kota Batu, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Sudaryono, perubahan standar itu disiapkan agar besarnya anggaran yang berputar dalam program MBG turut menciptakan manfaat ekonomi bagi sektor peternakan susu nasional.
Dengan persyaratan bahan baku yang lebih tinggi, kebutuhan susu dalam negeri diharapkan dapat terserap lebih besar.
“Saya akan keluarkan surat edaran, di mana seluruh dapur MBG itu hanya boleh mengambil susu yang kandungan susu segarnya minimal 80 persen. Sekarang ini kan edaran yang lama itu kandungan susu segarnya hanya 20 persen,” kata Sudaryono.
Aturan baru itu nantinya dituangkan melalui Surat Edaran (SE) BGN yang ditargetkan terbit pada Oktober 2026. Ketentuan itu akan menjadi acuan bagi dapur MBG dalam memilih produk susu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan program.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya BGN mengarahkan belanja MBG agar lebih banyak memberikan efek ekonomi di dalam negeri. Sudaryono menilai besarnya nilai anggaran program harus mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga tingkat produsen bahan pangan, termasuk peternak susu.
“Jangan sampai program MBG yang triliunan ini kemudian bikin kaya orang lain. Harus membuat kaya peternak susu kita di Indonesia,” tegasnya melansir City Guide FM.
Dengan perubahan tersebut, standar bahan baku susu menjadi salah satu instrumen yang digunakan BGN untuk menghubungkan program pemenuhan gizi dengan penguatan rantai pasok pangan nasional.
Sumber: https://cityguide911fm.com/bgn-siapkan-aturan-baru-kandungan-susu-mbg-naik-80-persen/