Bukan Cuma Haji, Jatim Bidik Jalur Bisnis Permanen di Arab Saudi
Gubernur Khofifah Indar Parawanaa saat kunjungan kehormatan atau courtesy call dengan Konjen RI di Jeddah Sugiri Suparwan. Foto: Istimewa--
AMEG.ID, Surabaya - Jawa Timur mulai membidik Arab Saudi sebagai pasar jangka panjang bagi pelaku usaha daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong perluasan akses bisnis agar produk lokal tidak hanya masuk saat musim haji tapi juga memiliki jalur pemasaran yang berkelanjutan di pasar Timur Tengah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan tingginya aktivitas jamaah asal Indonesia di Arab Saudi membuka peluang bagi pelaku usaha Jatim untuk memperluas pasar khususnya pada sektor pangan dan makanan olahan.
"Arab Saudi menjadi pasar strategis bagi Jawa Timur seiring tingginya mobilitas jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk pangan dan makanan olahan Jawa Timur," kata Khofifah.
Peluang itu mulai terlihat dari tiga pelaku usaha Jawa Timur yang telah memasok produk makanan siap santap untuk kebutuhan jamaah haji. Pemprov Jatim kini mendorong pengalaman ekspor itu berkembang menjadi akses pasar yang lebih luas termasuk untuk kebutuhan jamaah umrah.
Khofifah melihat peluang perdagangan tidak berhenti pada produk makanan. Komoditas perikanan juga dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan di Arab Saudi. Salah satunya tuna sirip kuning dari Sendang Biru, Kabupaten Malang yang dapat didorong masuk ke pasar yang lebih luas.
Potensi serupa datang dari industri pengolahan dan pengalengan ikan di Banyuwangi. Pengalaman pelaku industri di daerah itu dalam menembus pasar ekspor menjadi modal untuk memperkuat jaringan perdagangan Jawa Timur di Arab Saudi.
"Kebutuhan logistik jamaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut. Kami ingin produk UMKM dan industri Jawa Timur tidak hanya hadir, tetapi dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan jemaah di Tanah Suci secara berkelanjutan," ujarnya melansir Antara Jatim.
Untuk membuka akses yang lebih luas, Pemprov Jatim juga membahas peluang mempertemukan pelaku usaha daerah dengan calon mitra di Arab Saudi. Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Jeddah Sugiri Suparwan menyatakan KJRI siap membantu proses penjajakan kerja sama bisnis.
Salah satu peluang yang disarankan adalah menjajaki kemitraan dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited. KJRI Jeddah juga mendorong pertemuan antara eksportir tuna asal Jawa Timur dan importir di Arab Saudi agar peluang perdagangan dapat ditindaklanjuti secara langsung.
Upaya memperluas jejaring usaha juga diarahkan melalui Trade Expo Indonesia yang akan digelar pada 14 Oktober mendatang. Jawa Timur didorong menghadirkan paviliun khusus sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha daerah dan calon mitra dari Arab Saudi.
Di sisi lain, hubungan ekonomi Jatim-Arab Saudi juga menyentuh kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pemprov Jatim bersama sektor perbankan menyiapkan dukungan layanan keuangan agar PMI di Arab Saudi lebih mudah melakukan transaksi maupun mengelola hasil kerja untuk kebutuhan keluarga di Indonesia.
"Perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia harus menyeluruh, termasuk akses layanan keuangan dan masa depan keluarganya. Melalui inovasi perbankan digital, kami ingin transaksi dan pengiriman uang PMI menjadi lebih mudah, aman, dan inklusif," kata Khofifah.
Selain layanan transaksi, Bank Jatim menyiapkan layanan bagi PMI bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Sementara BPR Jatim menyiapkan pembiayaan ultra mikro bagi PMI yang kembali ke Jawa Timur agar dapat mengembangkan usaha setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri.
Sumber: