Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Teridentifikasi
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8. Foto: Basarnas--
AMEG.ID, Kalimantan Selatan - Proses identifikasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.
Hingga Jumat (25/9/2026), lima jenazah kembali berhasil dikenali setelah tim mencocokkan sejumlah data forensik dengan informasi yang dimiliki keluarga korban.
Kepala Biro Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti menjelaskan proses identifikasi lima korban kali ini didukung pemeriksaan rekam medis dan karakteristik gigi. Seluruh korban yang berhasil dikenali berjenis kelamin laki-laki.
Dari lima identifikasi terbaru, empat korban diketahui berasal dari Jawa Timur sedangkan satu lainnya berasal dari Jawa Tengah. Pencocokan data dilakukan melalui pemeriksaan ante mortem dan post mortem yang dikumpulkan tim DVI.
Dengan hasil terbaru itu, sebanyak 19 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 telah diketahui identitasnya. Sementara, pemeriksaan terhadap 20 jenazah lainnya masih berlanjut untuk mendapatkan kepastian identitas.
"Kami masih mengerjakan identifikasi untuk 20 korban. Mohon doanya supaya semuanya bisa diidentifikasi secepatnya," kata Hastry mengutip Kompas.
Tim DVI tidak hanya mengandalkan satu jenis pemeriksaan dalam proses pencocokan. Data medis sebelum korban meninggal dibandingkan dengan temuan pada jenazah untuk mempersempit kemungkinan identitas.
Selain pemeriksaan utama dan pemeriksaan pendukung, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Kalimantan Selatan juga telah mengirimkan sampel DNA ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri di Jakarta. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memperoleh hasil identifikasi yang lebih akurat.
Meski metode DNA digunakan sebagai salah satu pendukung, tim tetap memanfaatkan informasi ante mortem dari keluarga korban. Data mengenai ciri fisik khusus dapat menjadi petunjuk dalam proses pencocokan.
"Tapi, sejauh ini kita tetap mengandalkan data ante mortem, seperti ciri khusus. Bisa tato tahi lalat atau pun bekas operasi," pungkas Hastry.
Sumber: