Antrean Pertalite Mengular, Warga Malang Raya Terpaksa Beralih ke Pertamax

Antrean Pertalite Mengular, Warga Malang Raya Terpaksa Beralih ke Pertamax

Suasana antrian BBM jenis Pertalite di salah satu SPBU Malang Raya. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Malang Raya - Keterbatasan stok Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Malang Raya membuat warga harus mencari alternatif agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Sebagian pengendara memilih membeli Pertamax meski harus mengeluarkan biaya lebih besar, sementara warga lainnya mengandalkan penjual BBM eceran yang kini juga mengalami kekosongan stok.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa antrean panjang hingga kekosongan Pertalite di sejumlah SPBU dipicu peningkatan konsumsi masyarakat.

Menurut Ahad, konsumsi Pertalite di wilayah Malang meningkat sekitar 7–8 persen. Untuk mengantisipasi kebutuhan itu, Pertamina telah meningkatkan pasokan hingga 120 persen dari rata-rata penyaluran harian normal.

"Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penyesuaian pasokan agar tetap sejalan dengan kebutuhan aktual di lapangan," kata Ahad Mengutip Kompas.

Di tengah kondisi itu, pengendara mulai menyesuaikan pilihan bahan bakar demi menjaga kelancaran aktivitas mereka. Gilang, warga Kepanjen mengaku memilih Pertamax ketika Pertalite tidak tersedia di SPBU yang didatanginya. Ia memutuskan membeli BBM dengan harga lebih tinggi agar tidak terlambat bekerja.

"Adanya Pertamax, daripada telat (kerja)," kata Gilang.

Kesulitan memperoleh Pertalite juga dirasakan Bayu. Selama beberapa hari terakhir, ia terbiasa membeli bahan bakar di pedagang eceran ketika stok di SPBU sulit didapat. Namun, pilihan itu kini tidak selalu tersedia karena sejumlah penjual eceran juga kehabisan Pertalite.

"Biasanya isi di eceran, tapi tadi banyak yang kosong, kalau ada itu pasti Pertamax (eceran), jadi mending isi di pom (SPBU)," ujar Bayu.

Meski begitu, kondisi pasokan di Malang Raya tidak seragam. Di SPBU Desa Pepen, Kecamatan Pakisaji Pertalite masih tersedia dan antrean kendaraan terpantau normal. Kepadatan justru terlihat pada kendaraan barang yang menunggu kedatangan Bio Solar.

Perbedaan kondisi di sejumlah SPBU ini menunjukkan bahwa ketersediaan bahan bakar masih menjadi perhatian masyarakat terutama bagi pengguna Pertalite yang bergantung pada BBM tersebut untuk menunjang mobilitas harian.

Sumber: