Wamendagri Ingatkan Humas Pemerintah Tak Bisa Hanya Mengandalkan Layar Digital

Wamendagri Ingatkan Humas Pemerintah Tak Bisa Hanya Mengandalkan Layar Digital

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Jakarta - Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak cukup dibangun melalui penyebaran informasi di media digital.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto mengingatkan agar insan hubungan masyarakat (Humas) tetap menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat supaya kebijakan dan program pemerintah selaras dengan kebutuhan publik.

Menurut Bima, humas memiliki peran strategis dalam menjembatani pemerintah dengan masyarakat. Bukan hanya menyampaikan informasi mengenai program pembangunan, humas juga perlu memastikan pesan pemerintah dapat dipahami sekaligus mencerminkan realitas yang dihadapi warga.

"Tantangan terbesar hari ini adalah bagaimana government related dengan society. Itu kuncinya. Bagaimana kita semua selalu connected dengan realita yang ada di masyarakat," ujar Bima mengutip CNN Indonesia.

Ia menilai komunikasi pemerintah perlu dibangun melalui pendekatan yang lebih terbuka dan interaktif. Dialog, silaturahmi, serta jejaring sosial dapat menjadi sarana untuk memahami aspirasi masyarakat secara langsung, melengkapi komunikasi yang selama ini banyak berlangsung melalui perangkat digital.

"Bagaimana caranya? Dialog, komunikasi, silaturahmi, networking, jejaring, dan lain-lain. Karena dunia ini tidak hanya selebar layar gadget kita," katanya.

Bagi Bima, kedekatan dengan masyarakat menjadi penting agar informasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pesan satu arah. Interaksi langsung juga memberi ruang bagi pemerintah untuk memahami persoalan di lapangan dan melihat bagaimana kebijakan dirasakan oleh masyarakat.

Selain membangun komunikasi yang responsif, ia juga menekan pentingnya menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, reputasi pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyusun narasi tapi juga oleh konsistensi antara nilai yang disampaikan dan tindakan nyata.

"Trust adalah konsistensi. Trust adalah value. Trust adalah artikulasi. Trust adalah leading by example," kata Bima.

Ia juga mendorong insan humas memperkuat narasi kebangsaan melalui kisah inspiratif dan keteladanan tokoh dari berbagai daerah. Cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat dinilai dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat identitas nasional.

Dengan pendekatan tersebut, komunikasi publik diharapkan tidak sekadar menjadi alat untuk menyosialisasikan kebijakan tapi juga membangun hubungan yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat.

Sumber: