Puluhan Titik Api Belum Padam, Pemprov Jatim Siapkan Langkah Tambahan
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Foto: Istimewa--
AMEG.ID, Surabaya - Sekitar 92 titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jawa Timur dilaporkan belum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mengupayakan dukungan helikopter untuk mempercepat pemadaman melalui metode water bombing.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemprov tengah berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan armada udara. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjangkau kawasan terdampak yang sulit ditangani melalui pemadaman dari darat.
Upaya tersebut juga memerlukan kesiapan anggaran. Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Adhy Karyono menjelaskan bahwa pengoperasian helikopter untuk menjatuhkan air membutuhkan biaya besar.
Karena itu, Pemprov Jatim perlu mempertimbangkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) yakni anggaran APBD yang disiapkan untuk kebutuhan darurat termasuk penanganan bencana.
“Maka kita lakukan upaya apa, peningkatan jumlah personel, penambahan perlengkapan yang dibutuhkan, dan juga kita sedang bernegosiasi untuk bisa mengoperasikan kembali water bombing dengan helikopter,” ungkapnya melansir Kompas.
Selain keterbatasan sarana pemadaman, kondisi cuaca turut menjadi perhatian. Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai musim kemarau yang berpotensi berlangsung panjang menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Perubahan kecepatan angin juga dapat mempercepat perambatan api dan memperluas kawasan terdampak.
Pemprov Jatim karena itu menyiapkan langkah penanganan yang tidak hanya bergantung pada pemadaman langsung. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak terus dilakukan untuk mempercepat mobilisasi personel serta perlengkapan sesuai kebutuhan di lapangan.
Adhy menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dapat menjadi opsi untuk memicu hujan apabila kondisi memungkinkan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan situasi atmosfer dan hasil kajian teknis.
“Kita lagi fokus karhutla bahwa tidak bisa ditafsirkan bahwa kemarau masih cukup panjang ya, belum bisa diprediksi. Bisa kita ambil OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) untuk hujan. Jadi, kita sudah lakukan upaya percepatan mobilisasi semua bupati, walikota yang terdampak,” pungkasnya.
Dengan masih adanya titik api, percepatan penanganan menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas. Dukungan helikopter, penambahan personel, kesiapan anggaran, dan koordinasi lintas daerah menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kawasan terdampak agar kebakaran dapat segera dikendalikan.
Sumber: