AMEG.ID, Kabupaten Malang - Puskesmas di Kabupaten Malang tidak lagi dapat sekadar menunggu masyarakat datang untuk mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Memasuki empat bulan terakhir 2026, layanan pemeriksaan akan lebih aktif mendatangi sekolah, pondok pesantren, dan komunitas untuk mengejar sasaran yang belum terjangkau.
Hingga Agustus 2026, cakupan CKG di Kabupaten Malang tercatat sekitar 26 persen. Angka itu masih terpaut 20 poin persentase dari target nasional sebesar 46 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo mengatakan percepatan program menjadi perhatian utama menjelang akhir tahun. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terutama puskesmas didorong memperluas jangkauan pemeriksaan sesuai kondisi wilayahnya.
“Program CKG di tahun kedua ini sesuai target nasional harus mencapai 46 persen dari jumlah orang yang harus di CKG. Untuk saat ini di Kabupaten Malang capaiannya sudah 26 persen," ungkap Wiyanto.
Kesenjangan menuju target tidak dapat ditutup apabila pelayanan hanya mengandalkan kunjungan masyarakat ke puskesmas. Sebagian warga bekerja sejak pagi hingga sore sehingga sulit mengikuti pemeriksaan pada jam pelayanan reguler.
Kondisi itu membuat pola jemput bola menjadi salah satu strategi utama. Puskesmas diarahkan memetakan kelompok yang belum mengikuti pemeriksaan kemudian membawa layanan lebih dekat ke lingkungan tempat mereka belajar, bekerja, atau beraktivitas.
"Puskesmas kami dorong untuk menyusun strategi pelayanan yang lebih adaptif dengan memperhitungkan kondisi sasaran di wilayah masing-masing," kata Wiyanto melansir Malang Times.
Strategi setiap puskesmas tidak harus sama. Perbedaan jumlah penduduk, persebaran permukiman, kapasitas tenaga kesehatan, dan ketersediaan fasilitas menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah pemeriksaan.
Dinkes sendiri melakukan evaluasi setiap bulan untuk melihat perkembangan capaian masing-masing puskesmas. Dari pemantauan itu, fasilitas kesehatan diminta menyusun target harian sebagai ukuran kerja yang dapat dievaluasi.
"Pokoknya puskesmas harus mempunyai target satu hari pemeriksaan bisa berapa. Mungkin kalau targetnya 200, maka tenaga kesehatannya digerakkan, bagaimanapun caranya. Kalau hari ini hanya 180, berarti besoknya harus 220," tegas Wiyanto.
Target harian tersebut disesuaikan dengan kemampuan setiap fasilitas kesehatan bukan disamaratakan untuk seluruh wilayah. Puskesmas dengan sasaran penduduk lebih besar membutuhkan kapasitas pelayanan dan pergerakan petugas yang lebih banyak.
Sejumlah kecamatan seperti Poncokusumo, Kepanjen, Sumberpucung, dan Donomulyo menjadi wilayah dengan sasaran CKG cukup besar. Pelaksanaan di kawasan itu membutuhkan pengaturan tenaga kesehatan serta jadwal pelayanan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Di luar pencapaian angka, CKG juga digunakan untuk memetakan kondisi kesehatan penduduk Kabupaten Malang. Pemeriksaan dapat menemukan faktor risiko penyakit tidak menular salah satunya hipertensi, sebelum berkembang dan menimbulkan keluhan lebih serius.
"CKG ini bukan hanya untuk masyarakat yang sudah sakit atau mempunyai keluhan. Kita ingin mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sedini mungkin, termasuk mereka yang merasa sehat tetapi ternyata memiliki faktor risiko," jelas Wiyanto.