Distribusi Lamban, Vaksinasi di Situbondo Terendah di Jatim

Selasa 29-06-2021,18:33 WIB
Reporter : Syamsuri
Editor : Syamsuri

AMEG - Kegiatan  vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Situbondo, terendah di Jawa Timur. Ini karena distribusi vaksin dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mengalami keterlambatan.

Jumlah vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke Dinkes Situbondo, diketahui tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada hanya 580 vial. 

Jumlah distribusi vaksin Covid-19  lebih rendah dari dua kabupaten tetangga. Kabupaten Bondowoso mendapat jatah vaksin 840 vial, sedangkan Kabupaten Banyuwangi mendapatkan sebanyak  9.420 vial.

Nanang, salah satu petugas Dinkes Situbondo mengatakan, sebenarnya kebutuhan vaksinasi di Kota Santri Pancasila sekitar 2.000 vial vaksin Covid-19. Namun yang didistribusikan Pemprov Jatim ke Situbondo tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. 

"Akibat dari terlambatnya pasokan vaksin Covid-19 jenis sinovac ini, mengakibatkan  realisasi untuk vaksinasi di Situbondo sangat rendah. Bahkan terendah di Jatim," ujar Nanang, Selasa (29/06/2021).

Menurutnya, sebetulnya stok vaksin Covid-19 jenis sinovac di Situbondo sudah habis pekan lalu. Akibatnya  sejumlah Puskesmas di Situbondo, tidak dapat melakukan kegiatan vaksinasi.

"Saya bingung dengan jatah vaksin Covid-19 yang sedikit. Padahal, Dinkes Situbondo mengajukan sebanyak 2.000 vial lebih ke Pemprov Jatim," imbuhnya.

Dilain pihak, Fahri, petugas dari Dinkes Pemprov Jatim yang mendistribusikan vaksin Covid-19 membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, jatah vaksin Covid-19 untuk Kabupaten Situbondo hanya sebanyak 580 vial.

"Untuk Kabupaten Bondowoso sebanyak 840 vial, sedangkan Kabupaten Banyuwangi mendapat jatah sebanyak 9.420 vial," pungkas Fahri. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler