Lewat Tengah Malam

Minggu 06-11-2022,08:00 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Dahlan Iskan

Sebelum pertanyaan itu dijawab David langsung mencecar dengan pertanyaan berikutnya: "Mana Nancy Pelosi? Mana Nancy Pelosi? Paul membuka mata.

"Dia tidak ada di sini. Tidak di sini. Dia di Washington," jawab Paul sambil berusaha bangun.

"Kapan Nancy pulang?" tanya David lagi.

"Dia belum akan pulang dalam dua hari ini," jawab Paul.

"Baik, kalau begitu saya akan ikat kamu," ujar David.

"Saya akan ikat kamu," kata David lagi. Dengan cara itu David akan memaksa Nancy pulang.

"Tidak," jawab Paul sambil menghindar.

David pun mencoba mau mengikat Paul. Beberapa kali. Gagal. Coba lagi. Gagal. Paul di umurnya yang 82 tahun ternyata masih gesit –segesit Nancy dalam bermain politik.

Paul turun dari tempat tidur. Ia lantas mencoba melangkah ke arah pintu. Ia ingin keluar kamar, lalu pakai lift turun ke lantai bawah. Tapi pintu diblokade oleh David.

Gagal keluar kamar Paul kembali duduk di tempat tidur.

"Kenapa Anda mencari Nancy?" tanya Paul.

"Well, dia kan di urutan kedua kekuasaan. Saya akan get out kalian semua," katanya.

Paul bertanya lagi ke David: "Apakah saya bisa menghubungi seseorang yang Anda perlukan?"

Reaksi David tidak mengiyakan. Justru ia terlihat seperti semakin mengancam Paul.

Paul cari akal. Ia minta izin untuk ke toilet. Diizinkan. Paul pun menuju toilet. Diikuti oleh David dengan berjarak.

Paul menyalakan lampu toilet. Ia melirik HP yang lagi ia charge di toilet. Ia menuju HP itu. Ia pijit satu tombol. Ia sudah setting: untuk menelepon 911 cukup memijit satu angka di HP itu.

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler