Program 365 Up Targetkan Omzet UMKM Kota Batu Naik 20 Persen

Program 365 Up Targetkan Omzet UMKM Kota Batu Naik 20 Persen

Katalog digital 365 Up. Foto: City Guide FM / Asrur Rodzi--

AMEG.ID, Kota Batu - Pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Batu kini diarahkan pada hasil yang lebih terukur.

Melalui inovasi bertajuk Program 365 Up, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM memilih memberikan pembinaan intensif selama satu tahun penuh dengan target peningkatan omzet peserta sedikitnya 20 persen.

Program yang digagas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu tersebut lahir dari evaluasi terhadap pola pembinaan sebelumnya. Selama ini pelatihan dinilai lebih banyak mengejar jumlah peserta, namun belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha.

Fungsional Penyuluh Industri dan Perdagangan Ahli Muda Diskumperindag Kota Batu, Yossi Hendrawan Saraswanto mengatakan pendekatan baru itu menitikberatkan pada pendampingan yang berkelanjutan sehingga pelaku usaha memperoleh solusi sesuai kebutuhan bisnisnya.

“Latar belakang program ini berawal dari evaluasi pendampingan sebelumnya. Dulu kita memberi pelatihan dengan peserta yang banyak, namun ternyata kurang efektif. Makanya di tahun ini kami mencoba hal baru, fokus utamanya diarahkan pada kualitas pendampingan, bukan sekadar kuantitas,” ujarnya melansir City Guide FM.

Pada tahap perdana, sebanyak 40 UMKM berhasil lolos proses kurasi untuk mengikuti Program 365 Up. Peserta dipilih berdasarkan sejumlah kriteria, di antaranya telah menjalankan usaha minimal dua tahun dan memiliki legalitas berupa NIB.

Selama 365 hari, peserta tidak hanya mengikuti pelatihan tapi juga mendapatkan pendampingan secara menyeluruh. Materi yang diberikan mencakup pengurusan legalitas lanjutan seperti PIRT dan sertifikasi halal, penguatan kelembagaan usaha, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran agar produk lebih kompetitif.

Melalui proses inkubasi tersebut, PLUT KUMKM berharap setiap peserta mampu memperkuat fondasi bisnis sekaligus memperluas peluang pasar. Pendampingan juga dirancang agar pelaku usaha dapat mengatasi berbagai kendala yang selama ini menghambat pertumbuhan usahanya.

Yossi menegaskan keberhasilan program tidak lagi diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan, melainkan dari perkembangan usaha yang dicapai setelah proses pendampingan selesai.

“Di akhir kegiatan, kami menargetkan adanya peningkatan omzet bagi para pelaku usaha minimal sebesar 20 persen. Sekaligus memperluas jaringan bisnis mereka,” pungkas Yossi.

Sumber: https://cityguide911fm.com/umkm-kota-batu-dapat-pendampingan-intensif-lewat-program-365-up/