KPK Sebut Politik Uang Masih Terjadi Karena Masyarakat Belum Sejahtera

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan praktik politik uang masih terjadi saat ini karena 50 persen masyarakat belum sejahtera. Serta tingkat pendidikan di masyarakat juga belum baik.
"Kenapa money politic masih berjalan? Saya harus sampaikan 50 persen masyarakat kita itu belum sejahtera dan 50 persen lebih itu juga tingkat pendidikannya belum baik. Itu sebetulnya syarat mutlak kalau kita ingin demokrasi kita sehat," ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.
Melansir CNN, kemarin (14/8) Alexander Marwata mengatakan publik tidak bisa hanya berharap dengan calon pimpinan yang berintegritas. Tapi juga harus memastikan masyarakat selaku pemilih juga berintegritas.
Alexander menegaskan masyarakat harus didorong untuk menolak setiap tawaran uang yang dibagi-bagi karena berasal dari dugaan penyimpangan atau korupsi. (YO-NY/CNN INDONESIA)
Sumber: