Serapan APBD Kota Malang Dianggap Belum Maksimal

Serapan APBD Kota Malang Dianggap Belum Maksimal

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

AMEG.ID, Malang - Anggota Tim Banggar DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyampaikan, kurang maksimalnya serapan APBD karena efisiensi anggaran. Menurut Arief, ada penurunan nilai proyek ketika proses tender dilakukan.

Melansir Radar Malang, kata Arief, Pemkot Malang harus lebih cermat menyusun rencana, agar serapan anggaran lebih maksimal, dan meminimalisir SILPA. Sebelumnya, Pengamat Ekonomi UB Joko Budi Santoso menyampaikan, dampak dari belanja daerah yang tidak maksimal bakal merembet ke pertumbuhan ekonomi.

Dengan melihat prediksi serapan belanja dan Silpa tahun ini, Joko memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kota Malang akan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Joko menyebut, Pemda wajib memberikan dorongan kepada UMKM untuk terus menggeliat.

”Program itu tentu membutuhkan serapan belanja daerah. Ketika UMKM berjalan dengan baik, maka itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” papar Joko. (AN-BG/RADAR MALANG)

Sumber: