Listrik Jatim Disiapkan Hadapi Ledakan Industri, PLN Andalkan Transmisi dan Digitalisasi
Teknisi melakukan penggantian kabel listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Surabaya. Foto: Antara--
AMEG.ID, Surabaya - Kenaikan aktivitas industri di Jawa Timur mendorong kebutuhan pasokan listrik yang semakin besar.
Menjawab tantangan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat sistem transmisi listrik agar mampu menjaga keandalan pasokan sekaligus mendukung pengembangan sektor industri dan investasi di wilayah tersebut.
Langkah itu disampaikan General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, di sela pelaksanaan Surabaya Electric Forum 2026, Jumat (17/7).
Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga asosiasi ketenagalistrikan dalam membahas pengembangan sistem kelistrikan nasional yang lebih andal dan berkelanjutan.
Menurut Ika, sistem transmisi memiliki peran penting sebagai penghubung antara pembangkit listrik dengan pusat-pusat beban. Karena itu, penguatan jaringan transmisi menjadi salah satu fokus utama PLN untuk memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri maupun masyarakat.
“PLN terus memperkuat keandalan sistem transmisi sebagai tulang punggung penyaluran tenaga listrik. Melalui penguatan infrastruktur, transformasi digital, serta pengelolaan aset yang optimal, kami memastikan pasokan listrik tetap andal untuk mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi Jawa Timur,” kata Ika melansir Kabar Baik.
Selain pembangunan dan penguatan infrastruktur transmisi, PLN juga mengoptimalkan transformasi digital dalam pengelolaan jaringan.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan pemantauan kondisi sistem, mempercepat penanganan gangguan, serta menjaga kualitas layanan kelistrikan agar tetap memenuhi kebutuhan pelanggan.
Di sisi lain, pengelolaan aset secara optimal juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kontinuitas operasional. Dengan kondisi aset yang terpelihara, sistem transmisi diharapkan mampu beroperasi lebih efisien sekaligus mengurangi potensi gangguan yang dapat memengaruhi pasokan listrik.
Sebagai unit yang mengelola jaringan transmisi dan gardu induk strategis di wilayah Jawa Bagian Timur dan Bali, PLN UIT JBM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan.
Keandalan jaringan tersebut juga menjadi fondasi bagi masuknya investasi baru, berkembangnya kawasan industri serta integrasi pembangkit energi bersih ke dalam sistem kelistrikan nasional.
Keikutsertaan PLN UIT JBM dalam Surabaya Electric Forum 2026 juga menjadi upaya memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menitikberatkan pada peningkatan keandalan sistem sekaligus transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Sumber: