Kebakaran TNBTS Meluas hingga 742 Hektare, Tiga Helikopter Dikerahkan

Kebakaran TNBTS Meluas hingga 742 Hektare, Tiga Helikopter Dikerahkan

Kondisi Karhutla di Gunung Bromo. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Probolinggo - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus ditangani setelah luas lahan terdampak mencapai sekitar 742 hektare hingga Selasa (11/8/2026).

Operasi pemadaman kini dilakukan melalui kombinasi water bombing dari udara dan penyisiran langsung oleh tim darat di sejumlah kawasan yang masih berpotensi menyimpan titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan penanganan belum dihentikan meskipun pada beberapa lokasi yang sebelumnya menjadi fokus operasi sudah tidak terlihat titik api.

"Hari ini sudah berdampak pada 742 Hektar lahan yang terbakar dan proses pemadaman terus dilakukan," kata Gatot mengutip Detik Jatim.

Untuk menjangkau area kebakaran yang luas dan memiliki medan berbeda-beda tim gabungan mengerahkan tiga helikopter, satu drone, serta delapan unit mobil pemadam kebakaran.

Dua helikopter merupakan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan satu helikopter lainnya berasal dari Pemprov Jatim. Operasi udara digunakan terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani langsung oleh petugas darat.

"Dukungan BNPB berupa dua unit helikopter terus berjalan plus satu helikopter Pemprov Jatim. Pastinya dukungan tim darat TNI-Polri serta relawan terus bersinergi untuk pemadaman," tambahnya.

Water bombing difokuskan pada sejumlah area yang masih menunjukkan indikasi potensi kebakaran termasuk kawasan P30 dan Dingklik, Pasuruan. Kepulan asap menjadi salah satu acuan petugas untuk menentukan lokasi yang perlu mendapatkan penyiraman dari udara.

Meski begitu, berdasarkan pemantauan terbaru Gatot menyebut titik api tidak lagi terpantau di P30 maupun Dingklik. Penanganan tetap dilanjutkan guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali berkembang.

"Kondisi saat ini tidak terpantau titik api di wilayah P30 dan wilayah Dingklik. Tim BPBD, Damkar Kota Surabaya, Basarnas, dan petugas gabungan melanjutkan penanganan darat di wilayah Ranupani. BPBD Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan serta Relawan melanjutkan penanganan titik api di wilayah Dingklik secara manual," tandasnya.

Operasi tersebut melibatkan personel dari berbagai daerah dan instansi. Selain BNPB dan BPBD Jatim, dukungan datang dari Damkar Kota Surabaya serta BPBD Kabupaten Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Malang. Unsur TNI-Polri, Basarnas hingga relawan juga diterjunkan dalam penanganan di lapangan.

Pembagian penanganan antara tim udara dan darat dilakukan menyesuaikan kondisi setiap lokasi. Helikopter diarahkan ke area yang masih menunjukkan kepulan asap atau sulit dijangkau, sementara personel darat melakukan penyisiran sekaligus pemadaman manual di kawasan seperti Ranupani dan Dingklik.

Dengan luas lahan terdampak yang telah mencapai ratusan hektare, petugas masih melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali api di kawasan TNBTS.

Sumber: