899 Hektare Lahan Bromo Terbakar, Pemadaman Terkendala Angin Kencang dan Medan Curam

899 Hektare Lahan Bromo Terbakar, Pemadaman Terkendala Angin Kencang dan Medan Curam

Proses pemadaman titik api di kawasan Gunung Bromo. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Probolinggo - Pemadaman kebakaran lahan di kawasan Gunung Bromo menghadapi tantangan berat.

Bukan hanya luas area terdampak yang telah mencapai 899 hektare, kondisi medan curam, angin kencang, sumber air yang jauh hingga material vegetasi yang sangat kering membuat tim gabungan harus mengombinasikan operasi dari darat dan udara.

Kepala BPBD Jawa Timur Gatot Subroto mengatakan upaya pengendalian api saat ini difokuskan di kawasan Dingklik, Kabupaten Pasuruan serta P30, Kabupaten Probolinggo. Water bombing menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani personel dari jalur darat.

"Water bombing sedang dilaksanakan di Dingklik Pasuruan dan P30 Probolinggo. Kondisi saat ini wilayah Bromo berkabut. Luas wilayah terdampak 899 hektare akibat kebakaran dari awal hingga tadi malam," kata Gatot.

Namun, pemadaman dari udara tidak selalu dapat dilakukan secara optimal. Kondisi geografis kawasan Bromo serta perubahan cuaca menjadi faktor yang sangat menentukan jalannya operasi.

Gatot menjelaskan jarak sumber air dari titik kebakaran membuat proses pengisian dan distribusi air membutuhkan waktu. Di saat bersamaan hembusan angin dapat mempercepat pergerakan api ke area lain, terutama karena kawasan yang terbakar dipenuhi vegetasi kering.

"Sumber air jauh, angin kencang dan cuaca yang mudah berubah-ubah, curam topografinya dan banyaknya bahan bakar berupa ilalang dan sarasah yang sangat kering dan mudah terbakar," ujarnya mengutip JPNN.

Kondisi itu membuat penanganan tidak hanya mengandalkan water bombing. Tim gabungan juga memperkuat operasi darat dengan mengerahkan berbagai peralatan untuk mendukung suplai maupun penyemprotan air di lokasi yang masih dapat dijangkau.

Sedikitnya dua truk pemadam kebakaran, dua truk tangki, satu kendaraan L300 yang membawa tandon air, serta satu unit drone water spray telah dikerahkan dalam operasi tersebut. Peralatan itu digunakan untuk membantu personel menangani titik api sekaligus mencegah rambatan menuju area lainnya.

Penanganan kebakaran Bromo juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mendatangi posko penanganan kebakaran Bromo pada Selasa (11/08) siang.

Dalam kunjungan itu, pemerintah pusat meminta seluruh potensi yang tersedia dimaksimalkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran. Penguatan personel turut dilakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD serta tim gabungan lainnya yang bekerja di kawasan terdampak.

Dengan karakter medan Bromo yang tidak mudah dijangkau, operasi pemadaman dilakukan melalui dua pendekatan. Personel darat diarahkan menangani lokasi yang memungkinkan untuk dimasuki, sementara water bombing digunakan untuk menyasar titik api di kawasan yang sulit dicapai.

Saat ini, fokus utama tim gabungan adalah menahan api agar tidak terus merambat sekaligus menangani titik-titik yang masih berpotensi berkembang. Kondisi cuaca, arah angin dan tingkat kekeringan vegetasi menjadi faktor yang terus dipantau selama operasi berlangsung.

Sumber: