Bromo Tutup Hampir Dua Pekan, Bisnis Jeep Wisata Malang Ikut Terpukul

Bromo Tutup Hampir Dua Pekan, Bisnis Jeep Wisata Malang Ikut Terpukul

Kawasan wisata Gunung Bromo. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Kabupaten Malang - Penutupan kawasan wisata Gunung Bromo akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menghentikan perjalanan menuju salah satu destinasi unggulan Jawa Timur. Hampir dua pekan pembatasan akses berlangsung, pola perjalanan wisatawan dari Malang mulai berubah.

Sejumlah perjalanan dibatalkan sementara pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas wisata Bromo memilih menghentikan operasional sementara.

Kondisi itu salah satunya dialami Muhammad Nizar Aditya, pemilik jasa penyewaan jeep wisata di Malang. Sejak akses melalui Jemplang, Kabupaten Malang ditutup pada Senin (3/8/2026) perjalanan yang sebelumnya telah dipesan wisatawan mulai mengalami pembatalan.

Hingga pertengahan Agustus, hampir 60 wisatawan disebut telah mengajukan pengembalian dana. Situasi ini membuat aktivitas penyewaan jeep yang biasanya rutin membawa wisatawan dari Malang menuju kawasan Bromo turun signifikan.

"Dampaknya sangat-sangat terasa, karena Bromo tujuan utama wisata di Jatim. Untuk penurunan omzet sekitar 40 persen," kata Nizar melansir Kompas.

Dalam kondisi normal, usaha yang dikelola Nizar mampu melayani sekitar lima hingga enam perjalanan menuju Bromo dalam satu pekan. Ketika memasuki libur panjang, permintaan dapat meningkat hingga 10 sampai 15 perjalanan per pekan.

Namun, berhentinya akses menuju kawasan wisata membuat potensi perjalanan ikut hilang. Ia memperkirakan nilai pendapatan yang tidak dapat diperoleh selama masa penutupan telah mencapai jutaan rupiah.

"Sekitar 40 persen; kalo kami hitung dalam trip sekitar Rp 8 juta an untuk saat ini penurunan omzetnya,” beber Nizar.

Dampak penutupan Bromo juga terlihat dari perubahan pilihan destinasi wisatawan. Sebagian pelanggan yang semula menjadikan Bromo sebagai tujuan utama memilih memindahkan perjalanan ke sejumlah objek wisata lain di antaranya Air Terjun Tumpak Sewu, Teras Semeru, Kawah Ijen hingga Air Terjun Kapas Biru.

Perubahan itu menunjukkan bahwa penutupan Bromo turut menggeser pergerakan wisatawan ke destinasi alternatif terutama kawasan wisata alam yang masih berada dalam jalur perjalanan dari Malang maupun wilayah sekitarnya.

Momentum penutupan kawasan juga bertepatan dengan periode libur musim panas yang biasanya menjadi salah satu waktu meningkatnya perjalanan wisatawan mancanegara. Bagi pelaku usaha wisata, kondisi itu membuat peluang kunjungan yang seharusnya meningkat justru tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sampai Minggu (16/8/2026), kawasan Bromo belum kembali beroperasi secara penuh. Berdasarkan informasi yang diterima Nizar, wisatawan baru dapat mengakses kawasan menuju Seruni Point melalui wilayah Probolinggo.

Keterbatasan itu dinilai belum cukup menarik bagi sebagian wisatawan yang biasanya ingin menikmati rangkaian destinasi utama di kawasan Bromo. Nizar pun memilih menghentikan sementara layanan jeep hingga akses wisata kembali dibuka lebih luas.

“Kalau hanya Seruni Point saja, sepertinya wisatawan banyak yang kurang minat. Jadi sementara kita close dulu, sembari menunggu informasi pembukaan akses wisata,” kata Nizar.

Sumber: