Helikopter Tertahan Awan Rendah, Tim Darat Berpacu Cegah Api Meluas di Arjuno-Welirang

Helikopter Tertahan Awan Rendah, Tim Darat Berpacu Cegah Api Meluas di Arjuno-Welirang

Ilustrasi Karhutla wilayah Jatim. Foto: Antara--

AMEG.ID, Surabaya - Penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kini bertumpu pada pergerakan tim darat.

Helikopter yang telah disiapkan untuk melakukan water bombing belum dapat diterbangkan menuju titik kebakaran karena awan rendah membatasi jarak pandang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Kondisi itu membuat strategi pemadaman harus disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Ketua Tim Pusat Data dan Informasi BPBD Jawa Timur Muhammad Amrul mengatakan operasi udara belum memungkinkan dilakukan karena faktor keselamatan penerbangan.

"Operasi water bombing masih belum dapat dilakukan karena jarak pandang terbatas oleh awan yang rendah," kata Amrul.

Sementara itu, Pemprov Jatim telah menyiagakan helikopter PK-DAP yang mampu membawa sekitar satu ton air dalam satu kali pengangkutan. Helikopter itu diproyeksikan membantu menjangkau titik api yang sulit didekati melalui jalur darat terutama pada kawasan dengan kontur curam.

Karena dukungan udara belum dapat digunakan, petugas gabungan mengandalkan pemadaman manual selama dua hari terakhir. Salah satu cara yang diterapkan adalah metode gepyok dengan memukul atau menutup bagian vegetasi yang terbakar menggunakan peralatan sederhana untuk mematikan api.

"Tim gabungan melakukan upaya pemadaman kebakaran melalui jalur darat menggunakan metode gepyok," tuturnya melansir CNN Indonesia.

Namun, medan menjadi tantangan lain dalam operasi tersebut. Sejumlah titik api berada di kawasan yang terjal sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar bagi personel untuk mencapai lokasi.

Hambatan paling terasa berada di sekitar Gunung Kembar 2 serta kawasan Lengkean atau Lapangan Kotak. Situasi itu membuat upaya pemadaman tidak hanya berfokus pada titik yang masih terbakar. Personel juga melakukan penyisiran untuk mencegah api bergerak menuju kawasan lain dan memperluas area terdampak.

"Tim gabungan tengah fokus melaksanakan penyisiran melalui jalur darat dengan rute Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, Lapangan Kotak, hingga menuju kawasan Gunung Arjuno," jelasnya.

Rute itu menjadi salah satu jalur penting dalam operasi karena menghubungkan sejumlah kawasan yang berada di sekitar titik kebakaran. Penyisiran dilakukan sekaligus untuk membaca arah perkembangan api dan menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih cepat.

BPBD Jawa Timur juga terus berkoordinasi dengan UPT Tahura Raden Soerjo untuk menyesuaikan pola operasi. Skema pemadaman dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, posisi api, serta akses yang memungkinkan dilalui personel.

Kendala cuaca menjadi faktor penting karena keberadaan helikopter sebenarnya dapat mempercepat penanganan titik api yang tidak mudah dijangkau dari darat. Operasi water bombing baru dapat dijalankan apabila jarak pandang di kawasan tersebut dinilai aman untuk penerbangan dan manuver helikopter.

Di tengah operasi yang masih berlangsung, BPBD memastikan belum ada laporan korban jiwa baik dari masyarakat maupun personel yang bertugas.

Sumber: