Dinding Kusam Kota Batu Bakal Disulap Jadi Galeri Mural Terbuka

Dinding Kusam Kota Batu Bakal Disulap Jadi Galeri Mural Terbuka

Stadion Brantas Kota Batu. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Kota Batu - Dinding luar Stadion Brantas bakal mendapat wajah baru. Pemkot Batu menyiapkan area tersebut sebagai ruang mural legal bagi anak muda sekaligus bagian dari upaya mempercantik sudut kota yang terlihat kumuh.

Rencana itu menjadi pendekatan alternatif Pemkot Batu dalam merespons maraknya coretan tanpa izin pada fasilitas umum, tempat usaha, rumah warga hingga vila.

Alih-alih hanya menghapus coretan atau memberikan hukuman kepada pelaku pemerintah berupaya mengarahkan energi kreatif anak muda menjadi karya visual yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.

Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan dinding luar Stadion Brantas menjadi salah satu lokasi yang akan disediakan. Pemerintah juga akan memetakan kawasan lain yang dinilai layak dijadikan ruang berkarya secara legal.

“Daripada mereka mencoret-coret tanpa arah di aset orang lain dan fasilitas umum yang justru mengganggu keindahan, lebih baik kita berikan space khusus. Dinding luar Stadion Brantas dan tempat-tempat yang kelihatan kumuh akan kita sediakan untuk mereka percantik,” ungkap Alfi melansir City Guide FM.

Melalui langkah itu, dinding yang sebelumnya hanya menjadi pembatas bangunan dapat diubah menjadi media ekspresi. Karya mural juga berpeluang membentuk identitas visual baru terutama jika tema dan tampilannya disesuaikan dengan karakter Kota Batu sebagai daerah wisata.

Ruang legal dibutuhkan untuk memberikan batas yang jelas antara seni mural dan vandalisme. Karya mural dibuat dengan izin pemilik atau pengelola lokasi serta mempertimbangkan konsep dan estetika.

Sebaliknya, coretan pada fasilitas publik maupun properti milik orang lain tanpa izin tetap merupakan tindakan yang merugikan.

Persoalan vandalisme belakangan mendapat perhatian setelah coretan ditemukan di sejumlah sudut Kota Batu. Kondisi itu tidak hanya memengaruhi kebersihan dan wajah kota tapi juga menimbulkan beban bagi pemilik bangunan yang harus mengeluarkan biaya untuk melakukan pengecatan ulang.

Sebagai kota yang bertumpu pada sektor pariwisata, kualitas tampilan ruang publik menjadi bagian penting dari kenyamanan pengunjung. Karena itu, Pemkot Batu ingin memanfaatkan kreativitas anak muda untuk ikut memperbaiki kawasan yang selama ini terlihat kurang terawat.

Rencana penyediaan ruang mural juga akan disertai pendekatan persuasif dan dialogis. Anak muda yang terlibat aksi corat-coret tidak serta-merta dipandang sebagai pelaku yang harus langsung dihukum. Pemerintah ingin menggali kebutuhan mereka dan mengarahkannya menuju kegiatan yang lebih positif.

Namun, penyediaan dinding mural bukan berarti membebaskan aktivitas mencoret di semua tempat. Ruang berekspresi tetap memiliki lokasi dan aturan sedangkan fasilitas umum, rumah, tempat usaha serta aset masyarakat harus dijaga.

Hingga saat ini, Pemkot Batu belum mengumumkan jadwal pembukaan maupun mekanisme pemanfaatan ruang mural di Stadion Brantas. Pemerintah masih menyiapkan lokasi tersebut serta mendata titik lain yang dapat dijadikan kanvas legal.

Jika dikelola dengan konsep yang matang dan melibatkan komunitas seni, ruang mural berpotensi menghadirkan daya tarik baru di Kota Batu. Dinding-dinding kusam tidak lagi menjadi sasaran coretan sembarangan tapi dapat berubah menjadi galeri terbuka yang mempertemukan kreativitas anak muda dengan kepentingan menjaga keindahan kota.

Sumber: https://cityguide911fm.com/stadion-brantas-disiapkan-jadi-zona-mural-atasi-vandalisme/