Prabowo Perluas Kerja Sama Rusia, Energi hingga Mineral Jadi Sasaran

Prabowo Perluas Kerja Sama Rusia, Energi hingga Mineral Jadi Sasaran

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3 September 2026). Foto: Antara--

AMEG.ID, Jakarta - Indonesia tidak datang ke Rusia semata-mata untuk mencari tambahan pasokan energi. Dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Presiden Prabowo Subianto justru membuka peluang lebih luas bagi perusahaan Rusia untuk membawa modal dan teknologi ke proyek energi hingga pengolahan mineral di Indonesia.

Salah satu peluang terbesar yang ditawarkan adalah pengembangan 138 blok eksplorasi energi baru. Pemerintah membuka pintu bagi perusahaan Rusia untuk ikut menggarap blok-blok itu dengan membawa kemampuan teknologi yang mereka miliki.

"Kami mengundang kelompok dan perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka, untuk berpartisipasi dalam 138 blok ini," kata Prabowo melansir Antara.

Tawaran itu menunjukkan arah kerja sama energi Indonesia-Rusia tidak hanya berorientasi pada perdagangan komoditas. Pemerintah ingin mendorong investasi yang masuk langsung ke proyek pengembangan sumber daya di dalam negeri.

Prabowo menjelaskan Indonesia memiliki pasokan gas alam cair (LNG) yang mencukupi sehingga tidak secara langsung membutuhkan gas dari Rusia untuk sejumlah kebutuhan. Meski begitu, kondisi tersebut tidak menutup peluang kerja sama.

Teknologi dan pengalaman Rusia justru dinilai dapat masuk melalui pembangunan infrastruktur maupun pengembangan proyek bersama. Sejumlah proyek yang tengah dijajaki antara lain pembangunan kilang serta fasilitas terminal penyimpanan energi.

Dengan pendekatan tersebut, hubungan kedua negara diarahkan tidak sebatas Indonesia menjadi pembeli energi Rusia, tetapi melibatkan investasi dan pengembangan fasilitas di dalam negeri.

Peluang kerja sama juga bergerak ke sektor pupuk. Perusahaan Indonesia disebut telah menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu kelompok usaha besar Rusia untuk mengembangkan proyek pupuk berbasis gas.

Sektor ini menjadi bagian dari perluasan hubungan ekonomi kedua negara di luar eksplorasi energi. Pupuk berbasis gas memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan sektor pertanian, sehingga proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu bentuk kerja sama industri yang dikembangkan bersama.

Selain energi dan pupuk, industri pengolahan mineral turut masuk dalam pembicaraan. Prabowo menyebut Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia.

Rusal disebut berencana memperluas kehadirannya di Indonesia dalam skala besar melalui pengembangan fasilitas pengolahan bersama mitra lokal. Kerja sama tersebut sejalan dengan upaya Indonesia memperbesar aktivitas pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri dibanding hanya mengandalkan komoditas mentah.

Dengan begitu, sedikitnya tiga sektor menjadi ruang utama yang ditawarkan Indonesia kepada Rusia yakni eksplorasi energi dan infrastruktur pendukungnya, industri pupuk, serta pengolahan mineral.

Prabowo menegaskan Indonesia tetap terbuka terhadap perluasan hubungan ekonomi dengan Rusia selama kerja sama tersebut memberikan ruang bagi pengembangan proyek dan investasi di dalam negeri.

Kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan dalam EEF ke-11 juga melanjutkan diplomasi ekonomi Indonesia dengan Rusia. Sebelumnya, Presiden menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada 2025.

Sumber: