480 Dapur MBG Baru Diaktifkan Belum Langsung Layani Penerima Manfaat
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Foto: Istimewa--
AMEG.ID, Jakarta - Perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak serta-merta membuat seluruh dapur baru langsung membagikan makanan kepada penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sejumlah tahapan sebelum 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru diaktifkan dapat menjalankan pelayanan secara penuh.
Tahapan itu menjadi bagian penting dalam persiapan operasional dapur terutama karena SPPG baru ditempatkan di wilayah yang membutuhkan akses layanan gizi lebih luas seperti kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta daerah dengan risiko stunting.
Kepala BGN, Sudaryono menjelaskan proses setelah aktivasi akan dilanjutkan dengan pelatihan bagi penjamah makanan. Kapasitas pelayanan juga tidak langsung diberikan sekaligus melainkan ditingkatkan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing dapur.
"Tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai di tanggal 2 itu, dan kemudian dapur-dapur itu siap beroperasi pada tiga atau empat minggu setelah dilakukan aktivasi di tanggal 2," kata Sudaryono mengutip CNN Indonesia.
Dari 480 SPPG yang telah diaktivasi, BGN mencatat 211 unit merupakan mitra mandiri, sementara 269 lainnya masuk kategori SPPG terpencil. Penambahan ini membuat jumlah dapur yang beroperasi dalam pelaksanaan MBG mencapai sekitar 27.022 unit.
Namun, penambahan jumlah dapur bukan menjadi satu-satunya ukuran perluasan layanan. BGN juga mengarahkan pembukaan SPPG berdasarkan kebutuhan wilayah termasuk daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.
Wilayah yang masih memiliki sekolah tanpa layanan MBG turut menjadi perhatian. Terutama sekolah yang berada jauh dari pusat pemerintahan daerah dan menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pemenuhan gizi.
Pola pengembangan itu membuat pembukaan SPPG dilakukan secara bertahap. Setelah 480 unit baru mulai dipersiapkan, BGN masih akan melanjutkan ekspansi ke sejumlah daerah lain dengan mempertimbangkan kebutuhan anak-anak terhadap layanan makanan bergizi.
"Ke depannya, perluasan layanan tidak berhenti di sini saja. BGN akan terus membuka dapur-dapur baru secara bertahap di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan, Bali, Sumatra serta daerah-daerah lain yang anak-anaknya membutuhkan kehadiran program pemenuhan gizi berkualitas," tulis BGN dalam unggahan Instagram.
Dengan pola bertahap tersebut, keberadaan dapur baru diarahkan bukan hanya untuk menambah kapasitas MBG secara nasional tapi juga memperluas akses ke wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan pemenuhan gizi.
Sumber: