Demo 11 April Gunakan Metode Madison

Rabu 13-04-2022,12:03 WIB
Reporter : Djono W. Oesman
Editor : Djono W. Oesman

Mayoritas demo di Jerman bisa diatasi polisi tanpa kekerasan. Demo berakhir damai dan aman.

Di Amerika, ternyata tidak semua polisi mempercayai model ini. Dikutip dari media yang sama, Komandan polisi di Long Beach dan Oakland, California, serta Baltimore, Anthony Batts, mengatakan:

“Karakter kerumunan tidak bisa diprediksi. Di suatu saat mereka tenang. Di saat lain,mendadak beringas. Ketika mereka terlalu agresif, Anda harus mengatasinya. Tentu dengan sedikit kekerasan."

Batts adalah komisaris polisi selama bentrokan keras antara polisi dan pendemo yang mengikuti kematian Freddie Gray, pemuda kulit hitam usia 25 yang tewas di tangan polisi kulit putih pada 2015. Gray tewas di tahanan polisi Baltimore.

Demo protes terhadap polisi, adalah perkecualian. Yang tidak bisa menggunakan Model Madison. Sebab, polisi berhadapan langsung dengan pendemo yang marah terhadap polisi.

Akibatnya, unsur komunikasi tidak bisa diterapkan. Seumpama dipaksakan polisi berkomunikasi dengan massa, diperkirakan massa bakal lebih marah. Sehingga polisi memilih posisi defensif.

Di Indonesia, meski tampaknya Polri menggunakan Model Madison, tapi massa di Jakarta spesifik. Beda dengan umumnya di kota lain.

Pada demo 11 April 2022, selain insiden Ade Armando, ada juga polisi dikeroyok massa. Namanya AKP Rudi Wira, dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Pada sekitar 17.30 ketika massa demo berangsur bubar, AKP Rudi mengurai lalu lintasss di jalan tol dalam kota.

Mendadak, AKP Rudi dihajar beberapa pendemo yang betjalan di jalan tol. Saat itu Rudi bersama Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo. Cuma, jarak antar mereka agak jauh. Ketika Rudi dikeroyok massa, Sambodo tidak melihat.

Sambodo: "Beruntung, nyawa AKP Rudi diselamatkan serombongan mahasiswa yang melawan para pengeroyok Rudi."

Dilanjut, jelang senja Pos Polisi Pejompongan hangus dibakar massa. Tanpa sebab. Para pelaku adalah peserta demo. Sampai Selasa (12/4) malam, 17 orang terduga pelaku ditahan di Polda Metro Jaya.

Karakter pendemo Jakarta: Massa menunggu petugas lengah, lalu bikin rusuh. Seperti halnya, pelaku yang pertama kali memukul Ade Armando, tampak di video yang beredar, pelaku memukul kepala Ade dari arah belakang.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan: "Pengeroyok Ade Armando orang-orang pengecut."

Karakter massa seperti ini, mungkin tidak cocok menggunakan Model Madison. Meskipun kelihatan demo berjalan damai, tapi ada beberapa insiden. Pembakaran kantor polisi, bukan kejahatan biasa. Itu pembangkangan. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler