Bulog Malang Lampaui Target, Penyerapan Beras Tembus 83 Ribu Ton

Bulog Malang Lampaui Target, Penyerapan Beras Tembus 83 Ribu Ton

Beras bulog. Foto: Istimewa--

AMEG.ID, Malang - Penyerapan beras oleh Perum Bulog di wilayah Malang menunjukkan capaian positif pada 2026.

Hingga Jumat (09/10), Bulog Cabang Malang telah menyerap 83 ribu ton beras melampaui target tahunan sebesar 76 ribu ton atau mencapai 109,21 persen.

Realisasi itu memperlihatkan penyerapan beras di tingkat daerah turut menopang upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional. Bulog Cabang Malang masih akan melanjutkan pengadaan hingga akhir tahun untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani.

Pemimpin Bulog Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman menyampaikan bahwa realisasi pengadaan di wilayah kerjanya telah melampaui sasaran yang ditetapkan untuk 2026. Capaian tersebut mencatatkan kelebihan sekitar 7.000 ton dari target tahunan.

Di tingkat nasional, Perum Bulog juga membukukan rekor pengadaan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Hingga awal Oktober 2026, jumlah beras yang berhasil diserap mencapai 4,115 juta ton setara beras melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan capaian ini tidak terlepas dari upaya jajaran Bulog yang terlibat langsung dalam penyerapan hasil panen di berbagai daerah.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,” ujar Ahmad Rizal.

Realisasi nasional pada 2026 melampaui pengadaan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 3.191.969 ton setara beras. Angka itu juga melewati rekor sebelumnya pada 2012, ketika Bulog menyerap sekitar 3,65 juta ton.

Peningkatan penyerapan dilakukan melalui jaringan pengadaan di sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta berbagai pemangku kepentingan. Bulog juga mengoptimalkan kesiapan gudang dan fasilitas penyimpanan agar beras yang dibeli dapat dikelola sebagai cadangan pangan pemerintah.

Ahmad Rizal menilai sinergi lintas sektor menjadi salah satu faktor pendukung pencapaian tersebut. Kolaborasi dilakukan bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan mitra kerja.

“Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya mengutip Times Indonesia.

Ke depan, Bulog akan melanjutkan penyerapan dengan memanfaatkan momentum panen dan memperkuat operasional dari tingkat produksi hingga penyimpanan. Langkah ini diharapkan menjaga hasil panen petani tetap terserap sekaligus memperkuat ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Capaian di Malang dan rekor pengadaan nasional menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan pangan secara berkelanjutan serta mendukung target swasembada pangan Indonesia.

Sumber: