Disdik Jatim Nilai Tantangan Belajar Bisa Pacu Semangat Siswa
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Foto: Istimewa--
AMEG.ID, Surabaya - Penguatan kemampuan literasi dan numerasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembahasan wacana sistem tidak otomatis naik kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menilai kebijakan yang masih digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) itu dapat menjadi dorongan bagi murid untuk lebih serius menjalani proses belajar.
Menurut Aries, tantangan dalam pembelajaran diperlukan agar siswa tidak hanya berorientasi pada kenaikan jenjang tapi juga berupaya menguasai materi dan kompetensi yang diajarkan.
Ia menilai proses pendidikan semestinya mendorong kemauan belajar, usaha, serta kerja keras sesuai kemampuan yang harus dicapai di setiap tahap.
“Kalau tidak ada tantangan, ya mereka mungkin biasa, mereka merasa menggampangkan. Akhirnya mereka mungkin naik kelas dengan sendirinya, otomatis,” katanya melansir Suara Surabaya.
Aries menjelaskan setiap jenjang pendidikan memiliki tahapan pembelajaran yang perlu dilalui murid. Misalnya di tingkat SMA maupun SMK, siswa menjalani pendidikan selama tiga tahun dengan target kemampuan yang berkembang secara bertahap.
Karena itu, pembahasan mengenai sistem kenaikan kelas perlu dilihat dari tujuan memperkuat kualitas pembelajaran, bukan semata-mata sebagai mekanisme untuk menahan siswa agar tidak naik ke tingkat berikutnya.
Aries juga menghubungkan upaya tersebut dengan kebutuhan meningkatkan kemampuan dasar siswa khususnya literasi dan numerasi. Menurutnya, keseriusan dalam mengikuti pembelajaran diharapkan dapat membantu murid mengejar ketertinggalan dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan.
“Jadi niatan Pak Menteri itu bukan bermaksud untuk menghambat anak-anak kita untuk tumbuh berkembang. Tidak, malah itulah proses yang diharapkan, anak-anak kita semakin berjuang, ada usaha, ada kerja keras yang diharapkan dari anak-anak kita,” ucapnya.
Meski begitu, wacana tidak otomatis naik kelas yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti itu masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum ditetapkan sebagai kebijakan. Dengan demikian, penerapannya belum dapat dianggap sebagai aturan yang sudah berlaku.
Aries berharap penguatan proses pembelajaran dapat membantu siswa berkembang sesuai tahapan pendidikan sekaligus meningkatkan penguasaan kompetensi dasar.
Pembahasan kebijakan ini pun menjadi bagian dari upaya mencari pendekatan pendidikan yang tidak hanya menekankan kelulusan, tetapi juga kemampuan nyata murid.
Sumber: