Gunung Semeru Erupsi Lagi Bahaya Penerbangan Mulai Terpantau

Gunung Semeru Erupsi Lagi Bahaya Penerbangan Mulai Terpantau

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

AMEG.ID, Lumajang - pada Kamis (28/12/2023) sekira pukul 11.42 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), menetapkan notifikasi untuk keamanan penerbangan pada status oranye, yang mengindikasikan adanya potensi erupsi.

Melansir Jatim Times, PVMBG menyebut, warna oranye juga diartikan sebagai letisan dengan kode yang berpotensi membahayakan penerbangan, sehingga setiap pesawat harus menghindari kawasan gunung tersebut.

Diketahui, VONA terbagi ke dalam tingkatan notifikasi seperti hijau, kuning, oranye, dan merah. Di mana, hijau mengindikasikan kondisi normal dan aman untuk penerbangan. Sementara kuning yakni mulai ada aktivitas vulkanik dan maskapai diminta waspada. Sedangkan merah menunjukkan terjadi erupsi abu vulkanik di udara dengan parameter tertentu sehingga ada larangan kepada maskapai penerbangan untuk beroperasi di sekitar wilayah gunung yang mengalami erupsi tersebut. 

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," imbaunya.  (IC-BG/JATIM TIMES)

Sumber: