Membedah Berhala di Hati Manusia

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Di samping itu, Boy melanjutkan bahwa puasa Ramadan juga menjadi awal tumbuhnya kesadaran. Bahwa ada sebagian manusia lain yang menjalani kehidupan pahit. Salah satunya yakni mereka yang harus menahan lapar yang luar biasa.
“Manusia yang tak pernah merasakan kepahitan hidup, tentu sulit mencerna apa rasa lapar itu,” tuturnya.
Maka Ramadan telah melatih kita untuk bisa berempati dengan keadaan orang lain. Keadaan di mana kita bisa merasakan situasi orang lain meski tidak berada di situasi tersebut. Sehingga bisa memupuk solidaritas dalam kehidupan bersama.
Terakhir, Boy juga menuturkan bahwa puasa mengajak manusia untuk melakukan refleksi, baik refleksi ke dalam maupun ke luar.
“Refleksi ke dalam dengan menyadari dan menghalau berhala-berhala dalam diri kita masing masing. Refleksi ke luar yakni dengan melatih kita untuk terampil menggunakan mata hati. Baik mata hati individu maupun sosial,” pungkasnya.(*)
Sumber: