Musim Penghujan Jadi Penyebab Harga Cabai Jatim  Meroket

Musim Penghujan Jadi Penyebab Harga Cabai Jatim  Meroket

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

AMEG.ID, Jawa Timur - Berdasarkan Pantauan Sistem Informasi Ketersediaan Pangan dan Bahan Pokok Provinsi Jatim Minggu (25/2/2024) harga cabai besar di Jatim rata-rata berkisar 81 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit merah 63 ribu dan cabai merah keriting 73 ribu.

Mengutip Tugu Jatim, menurut Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono musim hujan seperti sekarang membuat tanaman cabai di sejumlah daerah mudah layu. Sehingga stoknya berkurang imbas gagal panen yang menyebabkan naiknya harga cabai. 

“Setiap tahun pasti seperti itu (naik) karena ketika musim hujan itu tanaman akan rontok. Kalau nggak musim hujan stoknya banyak,” katanya saat di operasi pasar murah kantor Disperindag Jatim.

Selain itu, Adhy juga menambahkan faktor lainnya juga dipengaruhi oleh masalah distribusi. Lantaran cabai di Jatim juga dikirim ke luar provinsi. Sehingga untuk menjaga ketahanan cabai dan inflasi tetap terkendali, Pemprov Jatim akan mengupayakan gudang pendingin agar cabai tersimpan lebih lama. (YO-NY/TUGU JATIM)

Sumber: