Nyantri di JeHa, Sekolah di Bahrul Ulum

Nyantri di JeHa, Sekolah di Bahrul Ulum

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

Setelah Wali Kota Tri Rismaharini menutup Dolly pada 2014, langkah JeHa semakin mulus. Mereka bisa membebaskan tiga rumah sekaligus di Putat Jaya Gang IV pasca penutupan. Di tanah itulah JeHa membangun masjid dan asrama. “Harus diakui dampak kebijakan Bu Risma itu besar sekali,” ujarnya.

Asrama itu akan digunakan sebagian murid Bahrul Ulum. Akan ada kelas khusus bagi mereka ingin sekolah sambil mondok. Jika asrama tuntas sebelum PPDB tahun ini, maka program gabungan itu bisa langsung bergulir.

Namun rencana itu kemungkinan besar baru bisa terwujud tahun depan. Baru bangunan masjid yang mulai tampak terbangun. Sementara bagian asrama di lantai dua masih belum tersentuh.

Ia membayangkan nantinya kawasan eks lokalisasi akan ramai lagi siang dan malam. Yang berkeliaran bukan lagi lelaki hidung belang, tapi para santri.

Kisah Khabibah Guru Ngaji yang Hampir Meninggal, baca besok…(*)

Sumber: