Si Pemarah vs Si Gila

Si Pemarah vs Si Gila

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

Moon-young menutupi kondisi kejiwaan dengan penampilan anggun dan mewah. Sementara Min-kyung dengan dandanan quirky. Namun tujuannya persis. Yakni sama-sama untuk membuat orang menjauh dari mereka. Karena keduanya tak bisa mempercayai siapa saja.

Lebih Ringan dan Nagih

Namun, Mad for Each Other terasa lebih asyik dan ringan diikuti. Berkat skenario buatan Ah-kyung yang segar dan tajam. Dialognya pendek-pendek. Tapi smart, witty dan realistis. Apalagi durasi per episode sangat pendek. Hanya setengah jam. Ia juga hanya terdiri dari 13 episode. So, kalau tidak mau mengikuti per pekan, mau bingeing seharian pun bisa.

Karena ini k-drama, bisa dipastikan cowok pemarah dan cewek gila itu akan terlibat asmara. Nah, jalan menuju ke sananya yang bikin penasaran. Sebab, hingga akhir episode kedua, belum ada tanda-tanda keduanya bisa bersatu. Oleh sang psikiater, Hwi-oh bahkan terang-terangan disuruh menjauhi Min-kyung. Karena cewek itu mudah membuat emosinya berkobar.

Yang jelas, Mad for Each Other terasa lebih nagih dibandingkan beberapa drama Kakao TV yang ditayangkan Netflix sebelumnya. Seperti Lovestruck in the City dan A Love So Beautiful. Mungkin karena elemen humornya kuat. Dan pemeran utamanya, Jung Woo dan Oh Yeon-seo, adalah aktor yang sangat berpengalaman. Sehingga aktingnya luar biasa bagus.

’’Ketika kali pertama membaca skenario, aku merasa ceritanya sangat baru, fresh, dan kreatif,’’ kata Jung Woo dalam konferensi pers Senin lalu (24/5), dilansir Hancinema. ’’Aku ditawari drama ini tepat pada saat aku sangat lelah secara mental dan fisik. Gara-gara mengerjakan proyek yang berat. Membawakan peran Hwi-oh jadi seperti refreshing bagiku,’’ paparnya.

Ah, mungkin ini sebabnya Mad for Each Other terasa ringan dan menyenangkan. Sepertinya pikiran kita ikut merilekskan diri setelah dipacu menonton Mouse, Taxi Driver, dan Move to Heaven. (*)

Sumber: