Waduh, Ibu Ini Tidak Selamat

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Lubang pada dinding jantung itu biasanya ditutup oleh jaringan lain di luar jantung. Namun saat menangani Khabibah, jaringan yang dibutuhkan itu ternyata sudah ada di jantungnyi sendiri. “Sama Allah sudah disiapkan jaringannya kata Dokter Heru. Pokoknya yang secara teori susah, ternyata saat dikerjakan mudah sekali,” kata kakak pendiri JeHa, Muhammad Nasih, itu.
Operasi yang dimulai pukul 07.00 berakhir pada pukul 14.00. Dokter memprediksi Khabibah baru siuman setelah 3-7 hari pasca operasi. Jika lebih dari itu, kemungkinan besar dia akan meninggal. Tubuhnyi menolak jantung baru yang sudah diperbaiki itu.
Khabibah dipindahkan di intensive care unit (ICU). Dokter menjaganya bergantian selama 24 jam. Di pesantren JeHa, santri dan para pengajar terus berkumpul. Mereka mengirim doa sesuai permintaan Dokter Heru.
Khabibah akhirnya membuka matanya. Tapi, prediksi dokter salah. Khabibah tidak siuman dalam 3-7 hari. Ada kejutan-kejutan lain dari guru ngaji asal Jarak-Dolly itu.
Jadi Mentor Pasien Jantung Bocor, baca besok…(*)
Sumber: