Khofifah: Jambore Nasional Bukan Sekadar Kemah, Tapi Ajang Perkuat NKRI

Khofifah: Jambore Nasional Bukan Sekadar Kemah, Tapi Ajang Perkuat NKRI

Suasana saat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lepas 1.537 Kontingen Jatim untuk Jambore Nasional XII 2026 di Gedung Grahadi, Surabaya. Foto: Bangsaonline.com--

AMEG.ID, Surabaya - Jambore Nasional XII Tahun 2026 dinilai bukan hanya menjadi agenda pertemuan bagi anggota Gerakan Pramuka dari seluruh Indonesia tapi juga menjadi wadah memperkuat semangat kebangsaan di tengah keberagaman.

Pesan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melepas 1.537 anggota Kontingen Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang akan mengikuti Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur pada 13–20 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan seluruh peserta yang mewakili Jatim memikul tanggung jawab sebagai duta daerah. Menurutnya, setiap anggota kontingen tidak hanya membawa nama pribadi atau gugus depan masing-masing tapi juga mencerminkan karakter masyarakat Jatim di hadapan peserta dari berbagai provinsi.

"Semua kontingen Jatim pada Jamnas ke 12 tahun 2026, baik yang hadir di halaman Gedung Negara Grahadi maupun yang mengikuti secara online adalah duta Jawa Timur. Alhamdulillah tercatat lebih dari 1.500 kontingen Jatim untuk mengikuti Jambore Nasional yang ke XII di Cibubur," ujarnya mengutip Kabar Nusantara.

Khofifah menilai pertemuan nasional itu memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar kegiatan kepramukaan. Interaksi antarpeserta dari berbagai latar belakang dinilai menjadi kesempatan untuk membangun persaudaraan, memperkuat rasa persatuan, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda.

"Oleh karena itu, Jambore Nasional adalah momentum strategis bagaimana pandu di negeri ini akan bergandengan tangan membangun persaudaraan, menguatkan persatuan, menguatkan nafas nasionalisme dan integritas sebagai sebuah bangsa," katanya.

Pelaksanaan Jambore Nasional tahun ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, momentum itu perlu dimanfaatkan peserta untuk memperkuat semangat cinta tanah air, jiwa pengabdian, dan kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengajak seluruh anggota Pramuka menjadikan setiap aktivitas selama jambore sebagai sarana memperluas jejaring persahabatan sekaligus memperkokoh budaya gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

"Bangun persaudaraan untuk membangun NKRI, bangun persatuan untuk menguatkan NKRI, bangun kegotongroyongan untuk menjaga NKRI. Tugas menjaga NKRI ini adalah tugas kita semua, dalam profesi apapun, di lini manapun, berasal dari daerah manapun. Tugas ini sangat mulia," ajaknya.

Menurut Khofifah, salah satu nilai penting dari Jambore Nasional adalah kesempatan bertemu langsung dengan peserta dari berbagai daerah. Pertemuan ini diyakini mampu memperluas wawasan, memperkaya pengalaman, serta memperkuat implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini kekuatan yang luar biasa, dan biasanya pada pertemuan setingkat Jambore Nasional, para pandu dari berbagai daerah akan memaksimalkan pertemuan-pertemuan strategis, persaudaraan yang makin luas dan dan akhirnya jarang tidur malam. Tolong tetap jaga kesehatan," jelasnya.

Selain membangun relasi, Khofifah mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sepekan. Ia meminta seluruh kontingen tetap disiplin, kompak, dan mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai kepramukaan.

"Karena waktunya sangat panjang, jaga kesehatan, jaga stamina. Pesan saya jaga kekompakan untuk membawa Jawa Timur Bumi Majapahit, yang menyemai persaudaraan, menyemai Bhinneka Tunggal Ika dan menjadi referensi bangsa dan negara hari ini," pesannya.

Khofifah juga berharap kontingen Jawa Timur dapat mengikuti setiap agenda dengan baik serta menunjukkan karakter Pramuka yang santun, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai kebhinekaan sebagai bekal membangun Indonesia di masa depan.

Sumber: