Perjuangan Dosen HI UMM Studi di Turki, Kuota 80, Pendaftar 8.000

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
AMEG - Lolos beasiswa Türkiye Bursları membuat Dion Maulana Prasetya, Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bisa merasakan atmosfer belajar di Turki, tepatnya di Ibukota Ankara.
Sejak 2019, Dion telah menimba ilmu Doktoral Hubungan Internasional di Ankara Yıldırım Beyazıt Üniversitesi (AYBÜ). Kesempatan ini begitu istimewa baginya.
Dion menceritakan, awal seleksi beasiswa Türkiye Bursları sangat ketat. Apalagi melihat jumlah pendaftar. Sedangkan kuotanya hanya 80 orang dari 8.000 pada 2019.
Jumlah itu dibagi kembali menjadi jenjang sarjana, magister dan doktor. Menurutnya, Turki kini menjadi destinasi pendidikan baru bagi masyarakat Indonesia.
“Destinasi pendidikan Turki semakin ke sini semakin diminati. Dapat dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar,” tuturnya Selasa (8/6/2021).
Kebiasaan kerja keras dan kerja tuntas di UMM membantunya menghadapi perkuliahan di sana. Tidak hanya di dalam kampus, tapi juga aktivitasnya di luar kampus.
Ia menekankan, paling penting adalah kejujuran dalam segala hal. Turki tidak hanya menjadi destinasi pendidikan yang menarik. Banyak daya tarik lainnya.
Salah satunya adalah budaya. Orang Turki, memiliki kepercayaan diri yang luar biasa. Itu berpengaruh pada banyak aspek. Termasuk sistem pendidikannya yang menggunakan bahasa Turki.
“Saking percaya dirinya, tidak banyak orang sini yang belajar bahasa asing,” ungkapnya.
Destinasi menarik dan istimewa, terkait dengan sejarah. Ia merekomendasikan peninggalan Anatolia, Byzantium Romawi, Ottoman. Tidak ketinggalan Makam Mustafa Kemal At-Taturk. Situs ini tidak hanya istimewa Tapi menjadi lambang sejarah nasionalisme Turki.
“Jadi di Turki banyak aktivitas pelestarian peninggalan bersejarah yang digalakkan. Semua situs peninggalan dirawat sedemikian rupa sehingga suasana klasik sangat terasa di sini,” ungkapnya mengakhiri. (*)
Sumber: