Setelah Monser Laut Menjadi Manusia

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Tanda-tandanya terlalu banyak. Ia dirilis pada Juni, yang dikenal sebagai Pride Month. Rambut Luca maupun Alberto sangat stylish. Sementara judulnya sendiri seperti mengacu ke sutradara film musim panas paling gay sejagat, Call Me By Your Name, Luca Guadagnino.
Namun, dugaan itu ditepis oleh sang sutradara, Enrico Casarosa. ’’Ini adalah film tentang persahabatan. Seksualitas tidak masuk dalam hitungan,’’ kata Casarosa dikutip Guardian.
Namun, tetap saja, banyak alegori yang mengarah ke situ. Tentang anak yang ’’berbeda’’, menjadi korban prasangka, galau memilih antara dua dunia. Hingga proses penerimaan diri yang mirip dengan narasi ’’coming out’’. Yakni ketika seseorang menyadari orientasi seksualnya, lalu memutuskan untuk mengakuinya ke semua orang.
Well, ada unsur gay atau tidak, Luca tetap masuk daftar wajib tonton. Plotnya sederhana dan manis, lucu, dan visualnya—seperti biasa—luar biasa. Sayang ia hanya bisa dinikmati di layanan streaming. Sehingga jatuhnya hanya: bagus. Coba kalau di bioskop. Pasti jadi buuuagus. (*)
Sumber: