Baliho Puan Ditulisi Open BO di Kota Batu

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
"Vandalisme itu 'kan penyakit sosial. Artinya vandalisme tidak terjadi di baliho saja. Namun terjadi juga, di tembok-tembok. Saya melihat masyarakat melakukan vandalisme untuk mengungkapkan rasa kekecewaan dan terpuaskan secara pribadi. Sifatnya personal dan tidak terstruktur. Sehingga penyelesaiannya harus secara arif pula," jelasnya.
Kata dia, vandalisme dilakukan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang tidak menemukan jalan. Ini berarti, pemerintah/legislatif harus lebih terbuka dalam menerima aspirasi masyarakat.
Disisi lain, dirinya sebagai akademis sangat tidak setuju para politikus berkampanye dengan memampang wajahnya di masa pandemi seperti ini. Karena di masa pandemi, bukan waktu yang tepat untuk berkampanye. Namun saatnya pejabat membuktikan janji-janji politiknya. (*)
Sumber: