Sambo Terancam Hukum Mati, Apa Motifnya?

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Irjen Ferdy Sambo tersangka pembunuhan Brigadir Yosua. Melanggar Pasal 340 KUHP ancaman hukuman mati. Itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (9/8) malam. Motif, belum tentu pencabulan.
***
INILAH ending perkara hukum penembakan Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat pada Jumat, 8 Juli 2022.
Di konferensi pers oleh Kapolri itu, Kabareskrim, Komjen Agus Andrianto menjelaskan tuduhan hukum terhadap Ferdy Sambo, ada dua:
1) Menyuruh Bharada E menembak (untuk pertama kali) Brigadir Yosua.
2) Merekayasa atau membuat skenario, agar seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir Yosua.
Skenario tersebut dilengkapi dengan kronologi begini:
Setelah Yosua tewas, pistol Yosua diambil Ferdy Sambo. Pistol itu ditembak-tembakkan ke dinding oleh Ferdy Sambo. Sehingga, seolah-olah sudah terjadi tembak-menembak. Padahal, Yosua sama sekali tidak menembak.
Kapolri belum bisa mengumumkan motif pembunuhan. Dikatakan Kapolri:
"Tentang motif pembunuhan Brigadir J, juga terkait Ibu FS (isteri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi) kini masih dalam proses penyidikan oleh Timsus."
Itulah puncak proses penyelidikan kasus ini. Dan, sejak konferensi pers itu, status Ferdy Sambo adalah tahanan, sebagai tersangka pembunuhan.
Kasus ini pengungkapannya berjalan sangat cepat, sejak Bharada E memberikan keterangan, yang ternyata bertolak belakang dengan pengumuman Polri.
Ada tiga hal baru yang dikatakan Bharada E kepada pengacaranya, Muhammad Boerhanuddin dan Deolipa Yumara. Tiga hal baru itu:
1) Tidak ada baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir Yosua.
2) Bharada E tidak melihat ada pelecehan seksual dilakukan Yosua terhadap Putri Candrawathi, seperti yang sudah diumumkan Polri.
Sumber: