3 Arsip Sejarah Indonesia Jadi Ingatan Kolektif Dunia UNESCO

3 Arsip Sejarah Indonesia Jadi Ingatan Kolektif Dunia UNESCO

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

Kemarin (3/7) Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan, tiga arsip sejarah Indonesia sebagai Ingatan Kolektif Dunia (Memory of the World), dan memberikan penghargaan itu kepada Kementerian Luar Negeri RI. 

Melansir CNN, Berdasarkan keterangan di situs resmi Kemlu RI / ketiga arsip sejarah itu terdiri dari Pidato Sukarno yang bertajuk To Build the World Anew, Pertemuan Pertama Gerakan Non-Blok, serta Hikayat Aceh. 

Lebih lanjut, Serah terima sertifikat itu digelar setelah UNESCO menetapkan status Ingatan Kolektif Dunia, dalam Sidang Dewan Eksekutif ke-216 UNESCO di Paris - Prancis, pada 10-14 Mei lalu. (YO)

sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20230703180320-106-968973/3-arsip-sejarah-indonesia-jadi-ingatan-kolektif-dunia-unesco

Sumber: