Mendagri Respon Rencana Pilkada Yang Dipercepat

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
AMEG.ID, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan soal responnya usulan pemungutan suara Pilkada 2024 dipercepat dari bulan November ke September.
Mengutip CNN, Menurut Tito usulan itu muncul dari beberapa pihak seperti partai politik, pengamat, dan akademisi. Selain itu, pertimbangan pemungutan suara Pilkada 2024 juga dimajukan supaya ada sinkronisasi kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah.
"Kita lihat misalnya Pak Jokowi dilantik Oktober 2014. Tahun 2017 ada Pilkada 101, setelah itu ada lagi Pilkada 2018, ada bupati gubernur baru di dengan membuat rencana pembangunan 5 tahun. Akibatnya nggak sinkron antara di lapangan dan didaerah," kata Tito.
Kata Tito apabila jadwal pemungutan suara Pilkada 2024 dimajukan dari November ke September, hal ini bisa mengatasi masalah terkait adanya perbedaan pada masa pelantikan kepala negara dan kepala daerah. (WL-NY/CNN INDONESIA)
Sumber: